Iran Tangkap Lebih dari 50 Pendukung ISIS
Senin, 07 Desember 2015 - 20:49 WIB
Iran Tangkap Lebih dari 50 Pendukung ISIS
A
A
A
TEHERAN - Kepolisian Iran menyatakan, setidaknya 53 orang pendukung ISIS telah ditangkap di negara itu. Mereka ditangkap setelah diketahui mengoperasikan situs pro ISIS di Iran.
"Mereka yang ditangkap terutama yang berbasis di provinsi dekat daerah perbatasan atau dekat perbatasan kami," kata Kepala Kepolisian Iran, Brigadir Jenderal Polisi Hossein Ashtari, seperti dilansir dari Al Bawaba, Senin (7/12/2015).
Pada bulan Oktober lalu, Iran juga menindak aplikasi pesan populer Telegram. ISIS diketahui menggunakan aplikasi ini untuk membuat pesan mereka aman dan berkomunikasi tentang sandera.
Iran berusaha membuat agar aplikasi Telegram memungkinkan akses backdoor, sehingga Dewan Cyberspace Iran bisa memonitor pesan dari warga Iran. Hal ini pun membuat pengguna aplikasi Telegram di Iran menurun.
ISIS diketahui memiliki daya cengkram yang kuat di media sosial dan merekrut anggotanya secara online. Kelompok hacker Anonymous baru-baru ini menyatakan perang cyber dengan ISIS dan telah merilis ribuan akun twitter milik kelompok tersebut. Tidak hanya itu, Anonymous juga telah meretas situs-situs gelap milik ISIS yang digunakan untuk merekrut anggota.
"Mereka yang ditangkap terutama yang berbasis di provinsi dekat daerah perbatasan atau dekat perbatasan kami," kata Kepala Kepolisian Iran, Brigadir Jenderal Polisi Hossein Ashtari, seperti dilansir dari Al Bawaba, Senin (7/12/2015).
Pada bulan Oktober lalu, Iran juga menindak aplikasi pesan populer Telegram. ISIS diketahui menggunakan aplikasi ini untuk membuat pesan mereka aman dan berkomunikasi tentang sandera.
Iran berusaha membuat agar aplikasi Telegram memungkinkan akses backdoor, sehingga Dewan Cyberspace Iran bisa memonitor pesan dari warga Iran. Hal ini pun membuat pengguna aplikasi Telegram di Iran menurun.
ISIS diketahui memiliki daya cengkram yang kuat di media sosial dan merekrut anggotanya secara online. Kelompok hacker Anonymous baru-baru ini menyatakan perang cyber dengan ISIS dan telah merilis ribuan akun twitter milik kelompok tersebut. Tidak hanya itu, Anonymous juga telah meretas situs-situs gelap milik ISIS yang digunakan untuk merekrut anggota.
(ian)