PM Turki: Kami Memahami Kekesalan Rusia
Senin, 30 November 2015 - 17:47 WIB
PM Turki: Kami Memahami Kekesalan Rusia
A
A
A
ANKARA - Perdana Menteri Turki Ahmed Davutoglu mengaku sangat memahami kekesalan yang ditunjukan Rusia mengenai nasib salah satu pilotnya. Salah satu pilot jet Rusia Su-24 diketahui tewas, saat pesawat itu ditembak jatuh oleh F-16 milik Turki.
Namun, Davutoglu dalam kesempatan yang sama juga menyatakan, Rusia harusnya memahami sensitivitas Ankara mengenai pertimbangan keamanan di kawasan perbatasan antara Turki dan Suriah. Seperti diketahui alasan Turki menembak jatuh pesawat Rusia karena dinilai melanggar wilayah udara Turki.
"Kami memahami perasaan Rusia sehubungan dengan kematian salah satu pilot mereka, tetapi mereka juga perlu memahami sensitivitas kita dalam hal keamanan perbatasan kami dengan Suriah, yang merupakan perbatasan keamanan nasional Turki," ucap Davutoglu.
"Dan dalam kasus ini, situasi terjadi karena itu (jet Rusia) mengancam keamanan kami. Kami akan terus menunjukkan kepekaan kita dalam masalah ini, yang tidak hanya ditujukan pada Rusia," sambungnya, seperti dilansir Sputnik pada Senin (30/11).
Suksesor Tayyip Erdoga itu juga mengatakan, dirinya percaya bahwa krisis antara Ankara dan Moskow yang terjadi saat ini akibat insiden Su-24 perlu dan mampu diselesaikan dengan kepala dingin.
Namun, Davutoglu dalam kesempatan yang sama juga menyatakan, Rusia harusnya memahami sensitivitas Ankara mengenai pertimbangan keamanan di kawasan perbatasan antara Turki dan Suriah. Seperti diketahui alasan Turki menembak jatuh pesawat Rusia karena dinilai melanggar wilayah udara Turki.
"Kami memahami perasaan Rusia sehubungan dengan kematian salah satu pilot mereka, tetapi mereka juga perlu memahami sensitivitas kita dalam hal keamanan perbatasan kami dengan Suriah, yang merupakan perbatasan keamanan nasional Turki," ucap Davutoglu.
"Dan dalam kasus ini, situasi terjadi karena itu (jet Rusia) mengancam keamanan kami. Kami akan terus menunjukkan kepekaan kita dalam masalah ini, yang tidak hanya ditujukan pada Rusia," sambungnya, seperti dilansir Sputnik pada Senin (30/11).
Suksesor Tayyip Erdoga itu juga mengatakan, dirinya percaya bahwa krisis antara Ankara dan Moskow yang terjadi saat ini akibat insiden Su-24 perlu dan mampu diselesaikan dengan kepala dingin.
(esn)