Gempur ISIS, Rusia Luncurkan 101 Rudal dan 1.400 Ton Bom
Sabtu, 21 November 2015 - 18:16 WIB
Gempur ISIS, Rusia Luncurkan 101 Rudal dan 1.400 Ton Bom
A
A
A
MOSKOW - Menteri Pertahanan Rusia, Sergei Shoigo mengatakan, pihaknya telah meluncurkan ratusan rudal dan menjatuhkan ribuan jenis bom saat menggempur sejumlah wilayah yang dikuasai oleh ISIS.
"Dalam empat hari terakhir, kami telah melakukan penerbangan strategis dan taktis sebanyak 522 sorties. Total 101 rudal jelajah telah diluncurkan dari udara dan laut, dan sekitar 1.400 ton bom dari berbagai jenis telah dijatuhkan di sejumlah sasaran milik teroris," tuturnya dalam sebuah laporan kepada Presiden Vladimir Putin seperti dikutip dari laman Sputniknews, Sabtu (21/11/2015).
Menurut Shoigu, akibat serangan tersebut, ISIS mengalami kerugian sebesar USD1,5 juta per hari karena mereka tidak bisa menjual 60.000 ton minyak ilegal ke pasar gelap.
Pasalnya, 525 truk tangki dan 15 tempat penyimpanan dan fasilitas kilang minyak baru milik ISIS telah hancur. Selain itu, serangan itu juga menewaskan 600 anggota ISIS di Provinsi Deir ez-Zor, Suriah.
"Dua puluh tiga basis pelatihan teroris, 19 pabrik memproduksi senjata dan bahan peledak, 47 depot dengan amunisi dan dana, serta benda-benda lainnya hancur. Ini membantu pasukan pemerintah Suriah untuk melanjutkan tindakan sukses di propinsi Aleppo, Idlib, Latakia pegunungan dan Palmyra," terangnya.
Sebagaimana diketahui, Rusia telah melakukan operasi udara di Suriah sejak akhir September lalu. Operasi udara dilakukan setelah Presiden Suriah, Bashar al-Assad meminta bantuan Rusia untuk memerangi kelompok teroris di negaranya.
Rusia menyatakan bahwa sasaran utama dari operasi udara mereka adalah kelompok ekstrimis ISIS.
"Dalam empat hari terakhir, kami telah melakukan penerbangan strategis dan taktis sebanyak 522 sorties. Total 101 rudal jelajah telah diluncurkan dari udara dan laut, dan sekitar 1.400 ton bom dari berbagai jenis telah dijatuhkan di sejumlah sasaran milik teroris," tuturnya dalam sebuah laporan kepada Presiden Vladimir Putin seperti dikutip dari laman Sputniknews, Sabtu (21/11/2015).
Menurut Shoigu, akibat serangan tersebut, ISIS mengalami kerugian sebesar USD1,5 juta per hari karena mereka tidak bisa menjual 60.000 ton minyak ilegal ke pasar gelap.
Pasalnya, 525 truk tangki dan 15 tempat penyimpanan dan fasilitas kilang minyak baru milik ISIS telah hancur. Selain itu, serangan itu juga menewaskan 600 anggota ISIS di Provinsi Deir ez-Zor, Suriah.
"Dua puluh tiga basis pelatihan teroris, 19 pabrik memproduksi senjata dan bahan peledak, 47 depot dengan amunisi dan dana, serta benda-benda lainnya hancur. Ini membantu pasukan pemerintah Suriah untuk melanjutkan tindakan sukses di propinsi Aleppo, Idlib, Latakia pegunungan dan Palmyra," terangnya.
Sebagaimana diketahui, Rusia telah melakukan operasi udara di Suriah sejak akhir September lalu. Operasi udara dilakukan setelah Presiden Suriah, Bashar al-Assad meminta bantuan Rusia untuk memerangi kelompok teroris di negaranya.
Rusia menyatakan bahwa sasaran utama dari operasi udara mereka adalah kelompok ekstrimis ISIS.
(ian)