Putin: Pemberontak Suriah Berbagi Informasi Intelijen dengan Rusia
Jum'at, 13 November 2015 - 22:48 WIB
Putin: Pemberontak Suriah Berbagi Informasi Intelijen dengan Rusia
A
A
A
MOSKOW - Presiden Rusia, Vladimir Putin, menyatakan, pihaknya telah bekerjasama dengan tentara pemberontak Suriah, FSA. Kerjasama yang dilakukan adalah berbagi informasi intelijen tentang posisi ISIS di sejumlah wilayah.
"Beberapa serangan udara yang dilancarkan oleh Rusia berdasarkan informasi target yang diberikan oleh FSA. Kami tidak akan menyerang daerah yang dikendalikan oleh FSA," kata Putin seperti dikutip dari laman Russia Today, Jumat (13/11/2015).
Hal ini, kata Putin, membuktikan jika serangan Rusia tidak ditujukan kepada kelompok oposisi moderat maupun penduduk sipil. Rusia telah memperhitungkan semua potensi risiko dan konsekuensi dalam setiap serangannya.
"Tujuannya sudah jelas, pasukan Rusia harus memberikan dukungan udara untuk serangan Angkatan Darat Suriah terhadap teroris, dan itulah sebabnya durasi tinggal militer kita semata-mata ditentukan hingga tujuan ini tercapai," tegas Putin.
Dalam kesempatan itu, Putin pun kembali menegaskan jika pihaknya siap bekerjasama dengan koalisi AS di Suriah, meskipun Washington terbukti mengangkangi resolusi Dewan Keamanan PBB soal kewenangan aksi militer. AS juga tidak menerima permintaan resmi dari pemerintah Suriah untuk melakukan serangan.
"Kami siap untuk bekerjasama dengan Washington, meskipun faktanya bahwa operasi di Suriah merupakan pelanggaran hukum internasional," tukasnya.
"Beberapa serangan udara yang dilancarkan oleh Rusia berdasarkan informasi target yang diberikan oleh FSA. Kami tidak akan menyerang daerah yang dikendalikan oleh FSA," kata Putin seperti dikutip dari laman Russia Today, Jumat (13/11/2015).
Hal ini, kata Putin, membuktikan jika serangan Rusia tidak ditujukan kepada kelompok oposisi moderat maupun penduduk sipil. Rusia telah memperhitungkan semua potensi risiko dan konsekuensi dalam setiap serangannya.
"Tujuannya sudah jelas, pasukan Rusia harus memberikan dukungan udara untuk serangan Angkatan Darat Suriah terhadap teroris, dan itulah sebabnya durasi tinggal militer kita semata-mata ditentukan hingga tujuan ini tercapai," tegas Putin.
Dalam kesempatan itu, Putin pun kembali menegaskan jika pihaknya siap bekerjasama dengan koalisi AS di Suriah, meskipun Washington terbukti mengangkangi resolusi Dewan Keamanan PBB soal kewenangan aksi militer. AS juga tidak menerima permintaan resmi dari pemerintah Suriah untuk melakukan serangan.
"Kami siap untuk bekerjasama dengan Washington, meskipun faktanya bahwa operasi di Suriah merupakan pelanggaran hukum internasional," tukasnya.
(ian)