ISIS Lakukan Bom Bunuh Diri Kembar di Beirut, 43 Tewas
Jum'at, 13 November 2015 - 08:52 WIB
ISIS Lakukan Bom Bunuh Diri Kembar di Beirut, 43 Tewas
A
A
A
BEIRUT - Dua bom bunuh diri mengguncang pinggiran Beirut selatan, Libanon, kemarin, telah menewaskan sekitar 43 orang. Kelompok ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan bom bunuh diri kembar di Beirut itu.
Kementerian Dalam Negeri Libanon menyatakan korban tewas memang tercatat 43 orang, namun tidak menutup kemungkinan jumlah korban tewas akan bertambah. Terlebih, Palang Merah Libanon menyatakan lebih dari 200 orang terluka dalam serangan bom kembar itu.
Menteri Kesehatan Libanon, Wael Abu Faour, seperti dikutip Reuters, Jumat (13/11/2015), mengatakan 43 orang tewas dan 240 orang terluka dalam serangan itu.
Klaim serangan dari kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) muncul melalui Twitter. Kelompok itu mengatakan, anggota-anggota mereka meledakkan sebuah sepeda dengan bahan peledak di tengah jalan di pinggiran Beirut selatan.
Ledakan pertama terjadi di luar sebuah masjid Syiah. Sedangkan ledakan bom kedua terjadi di dalam dekat pusat perbelanjaan. Pembom bunuh diri diketahui beraksi mengenakan rompi peledak.
Bom kedua meledak hanya berselang tujuh menit setelah orang-orang mencoba menolong para korban luka dari ledakan bom yang pertama.
“Terduga penyerang ketiga tewas sebelum dia berhasil meledakkan diri. Dia ditemukan tewas dengan kondisi kaki robek tapi masih mengenakan sabuk bahan peledak,” tulis kantor berita AP, mengutip seorang pejabat keamanan Libanon yang berbicara dalam kondisi anonim.
Laporan media lain menyebut lokasi serangan bom kembar itu berada di selatan Kota Borj al-Barajneh, pinggiran Beirut. Lingkungan itu disebut-sebut sebagai lingkungan komunitas Hizbullah, yang telah bersumpah untuk terus berjuang melawan ISIS.
Pihak rumah sakit di Beirut selatan menyerukan orang-orang untuk mendonorkan darahnya guna menyelamatkan para korban pemboman.
Kementerian Dalam Negeri Libanon menyatakan korban tewas memang tercatat 43 orang, namun tidak menutup kemungkinan jumlah korban tewas akan bertambah. Terlebih, Palang Merah Libanon menyatakan lebih dari 200 orang terluka dalam serangan bom kembar itu.
Menteri Kesehatan Libanon, Wael Abu Faour, seperti dikutip Reuters, Jumat (13/11/2015), mengatakan 43 orang tewas dan 240 orang terluka dalam serangan itu.
Klaim serangan dari kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) muncul melalui Twitter. Kelompok itu mengatakan, anggota-anggota mereka meledakkan sebuah sepeda dengan bahan peledak di tengah jalan di pinggiran Beirut selatan.
Ledakan pertama terjadi di luar sebuah masjid Syiah. Sedangkan ledakan bom kedua terjadi di dalam dekat pusat perbelanjaan. Pembom bunuh diri diketahui beraksi mengenakan rompi peledak.
Bom kedua meledak hanya berselang tujuh menit setelah orang-orang mencoba menolong para korban luka dari ledakan bom yang pertama.
“Terduga penyerang ketiga tewas sebelum dia berhasil meledakkan diri. Dia ditemukan tewas dengan kondisi kaki robek tapi masih mengenakan sabuk bahan peledak,” tulis kantor berita AP, mengutip seorang pejabat keamanan Libanon yang berbicara dalam kondisi anonim.
Laporan media lain menyebut lokasi serangan bom kembar itu berada di selatan Kota Borj al-Barajneh, pinggiran Beirut. Lingkungan itu disebut-sebut sebagai lingkungan komunitas Hizbullah, yang telah bersumpah untuk terus berjuang melawan ISIS.
Pihak rumah sakit di Beirut selatan menyerukan orang-orang untuk mendonorkan darahnya guna menyelamatkan para korban pemboman.
(mas)