Rusia Ancam Sebar Senjata Baru Penembus Perisai Rudal AS

Rabu, 11 November 2015 - 08:22 WIB
Rusia Ancam Sebar Senjata...
Rusia Ancam Sebar Senjata Baru Penembus Perisai Rudal AS
A A A
MOSKOW - Rusia mengancam akan melawan program pertahanan rudal Amerika Serikat (AS) yang dipimpin NATO dengan mengerahkan senjata canggih baru yang mampu menembus perisai rudal. Hal itu disampaikan Presiden Rusia, Vladimir Putin, yang kesal dengan rencana AS menyebar perisai rudal di Eropa.

Putin mengatakan kepada para pejabat pertahanan bahwa rencana Washington itu memiliki tujuan lain. Yaitu, untuk "menetralkan" penangkal nuklir strategis Rusia dan memperoleh predikat "superioritas militer”.

Putin bersumpah bahwa Moskow akan merespon Washington. “Dengan mengembangkan sistem senjata baru yang mampu menembus setiap pertahanan rudal,” katanya.

”Selama tiga tahun terakhir, perusahaan dari kompleks industri militer telah menciptakan dan berhasil menguji sejumlah calon sistem senjata yang mampu melakukan misi tempur di sistem pertahanan rudal berlapis. Sistem seperti ini sudah mulai masuk militer tahun ini . Dan sekarang kita berbicara tentang pengembangan jenis senjata baru,” ujar Putin.

Perseteruan Rusia dengan AS dan sekutu-sekutu NATO telah memanas setelah krisis Ukraina pecah. Perseteruan itu merupakan yang terburuk sejak Perang Dingin berakhir.

Selama bertahun-tahun, Kremlin telah memprotes perisai rudal AS. Putin khawatir, perisai rudal AS itu pada akhirnya bisa mencegat rudal balistik nuklir antarbenua Rusia, sehingga mengikis kekuatan penangkal nuklir Kremlin.

Washington berdalih, perisai rudal yang hendak disebar di Eropa bertujuan untuk menangkis ancaman rudal dari negara-negara seperti Iran dan Korea Utara. Perisai rudal itu, lanjut Washington, tidak akan mampu menangani senjata nuklir besar Rusia.

Tapi, Putin meragukan dalih Washington. Sebab, Iran yang dijadikan alasan sebagai ancaman sejatinya telah mencapai kesepakatan nuklir dengan enam negara kekuatan dunia pada Juli lalu. Dalam kesepakatan itu sudah jelas bahwa Iran bersedia mengekang program nuklirnya dengan imbalan pencabutan sanksi atau embargo terhadap Teheran.

”Jadi, referensi ke Iran dan ancaman rudal nuklir Korea Utara baru saja disajikan untuk menutupi rencana yang benar, dan tugas mereka (AS) yang sebenarnya adalah untuk menetralisir potensi nuklir kekuatan nuklir lainnya, khususnya Rusia,” kata Putin, seperti dikutip kantor berita AP, Rabu (11/11/2015).
(mas)
Berita Terkait
Hubungan Amerika Serikat...
Hubungan Amerika Serikat dan Ukraina Dikabarkan Retak
Fakta Perang Hibrida...
Fakta Perang Hibrida Amerika Serikat-Rusia
Perbandingan Wagner...
Perbandingan Wagner Rusia dan Blackwater Amerika Serikat
Pejabat Rusia yang Dilarang...
Pejabat Rusia yang Dilarang Masuk ke Amerika Serikat
Amerika Serikat: Iran...
Amerika Serikat: Iran Sekarang Beking Militer Utama Rusia
Campur Tangan Amerika...
Campur Tangan Amerika Serikat dalam Perang Rusia-Ukraina
Berita Terkini
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
32 menit yang lalu
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
1 jam yang lalu
Trump Mendadak Batal...
Trump Mendadak Batal Bombardir Iran Besar-besaran, Israel Terkejut
1 jam yang lalu
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
11 jam yang lalu
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
12 jam yang lalu
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
13 jam yang lalu
Infografis
Siapa John Ternus, Bos...
Siapa John Ternus, Bos Baru Apple Pengganti Tim Cook?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved