S-400, Si Pelindung Langit China

Selasa, 10 November 2015 - 19:28 WIB
S-400, Si Pelindung...
S-400, Si Pelindung Langit China
A A A
BEIJING - Alat-alat militer buatan Rusia nampaknya kian menjadi primadona. Ini terlihat dari tercapainya dua kesepakatan besar, yakni pembelian sistem pertahanan udara S-300 oleh Iran, dan S-400 oleh China.(Baca juga: Rusia Siap Kirim Rudal S-400 ke China)

Setelah sebelumnya membahas mengenai sistem pertahan S-300 yang mulai tahun depan akan melindungi langit Iran, kini merangkum dari berbagai sumber, Sindonews akan membahas mengenai sistem pertahanan S-400 yang akan menjadi pelindung langit China.

Sama halnya dengan S-300, S-400 adalah sistem pertahanan udara yang diproduksi oleh perusahaan pembuat rudal Russia's Almaz Central Design Bureau. S-400 merupakan varian terbaru dari sistem pertahanan seri S Rusia, dan merupakan pengembangan dari S-300.

Dari segi bentuk tidak ada yang berbeda dengan sistem S-300. S-400 menggunakan empat buah peluncur roket dengan panjang 7 meter dan memiliki bobot sekitar 1,5 ton, dan dengan hulu ledak seberat 100 Kg.

S-400, Si Pelindung Langit China


S-400 diketahui mampu menembakan tiga jenis rudal yang berbeda. Jenis pertama adalah rudal jarak jauh 40N6 dan jenis kedua adalah 48N6 yang memiliki jarak tembak sedikit di bawah 40N6, dan terakhir rudal jarak menengah 9M96. Sistem pertahan terbaru Rusia ini mampu melontarkan rudal dengan cepetan 17 ribu Km/jam.

Selain ketiga jenis rudal tersebut, sistem pertahanan udara ini juga tetap bisa menembakan sejumlah rudal yang biasa digunakan oleh sistem pertahanan udara Rusia lainnya.

S-400, Si Pelindung Langit China


Sistem ini sendiri dapat menghacurkan semua jenis target udara, termasuk pesawat tempur, UAV, rudal balistik dan jelajah dalam kisaran 400 km dan dengan ketinggian maksimal 30 km. S-400 mampu melumpuhkan 36 target secara bersamaan.

Komando dan sistem kontrol S-400 didasarkan pada kendaraan pos komando Mobile Ural-532.301. Pos komando dilengkapi dengan konsol LCD untuk memproses data surveliansi wilayah udara, radar kontrol dan monitor jarak jauh.

S-400, Si Pelindung Langit China


Pos komando ini juga dilengkapi sistem yang mampu melacak aktivitas berbagai ancaman udara. Satu hal kelebihan lain dari S-400 adalah, sistem pertahanan udara ini mampu bertukar data dengan sistem pertahananya udara lainnya, seperti SA-12,SA-23 dan S-300.
(esn)
Berita Terkait
Ukraina Lirik Bantuan...
Ukraina Lirik Bantuan dari China
Rusia dan China Tolak...
Rusia dan China Tolak Resolusi PBB Soal Selat Hormuz
Pesawat Pembom TU-95...
Pesawat Pembom TU-95 MS Rusia dan Xian H-6 China Patroli Bersama Dekat Laut Jepang
Rusia Usulkan China...
Rusia Usulkan China Dilibatkan dalam KTT G7
Pulau Terbesar Rusia...
Pulau Terbesar Rusia Undang China dan India Buat Garap Sumber Energinya
RRC-Rusia dan Geopolitik...
RRC-Rusia dan Geopolitik Energi
Berita Terkini
Pemimpin Hizbullah Kecam...
Pemimpin Hizbullah Kecam Negosiasi Lebanon-Israel, Dianggap Tidak Tahu Malu
1 jam yang lalu
Jerman Gagal Peroleh...
Jerman Gagal Peroleh Kursi di Dewan Keamanan PBB untuk Pertama Kali
2 jam yang lalu
Lebih dari 9.500 Orang...
Lebih dari 9.500 Orang Hilang di Gaza sejak Awal Perang
3 jam yang lalu
Raja Langit Sesungguhnya:...
Raja Langit Sesungguhnya: 5 Helikopter Tempur Paling Mematikan Berdasarkan Rekam Jejak Perang
4 jam yang lalu
Presiden Lebanon Aoun...
Presiden Lebanon Aoun Peringatkan Kesepakatan Gencatan Senjata sebagai Kesempatan Terakhir
5 jam yang lalu
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Kendaraan Kepala Komando Utara IDF di Lebanon Selatan
6 jam yang lalu
Infografis
Keterbatasan Strategis...
Keterbatasan Strategis USS Abraham Lincoln: Si ’Benteng Terapung’ yang Tidak Kebal
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved