Akhirnya, Rusia Percaya Metrojet Jatuh karena Bom
Selasa, 10 November 2015 - 16:05 WIB
Akhirnya, Rusia Percaya Metrojet Jatuh karena Bom
A
A
A
WASHINGTON - Sumber-sumber di Amerika Serikat (AS) mengatakan, Rusia akhirnya percaya pesawat Metrojet yang jatuh di Semenanjung Sinai disebabkan oleh bom. Hal itu terungkap setelah badan intelijen AS menyadap komunikasi pihak Rusia.
"Dari hasil penyadapan itu, pihak Rusia meyakini jika potongan-potongan bukti kecelakaan pesawat yang ditunjukkan oleh pejabat AS menunjukkan jika bom yang dipasang di pesawat Metrojet 9268 meledak setelah pesawat jenis Airbus A321 itu take off dari resort Sharm al-Sheikh," ujar sumber tersebut seperti dikutip dari laman Reuters, Selasa (10/11/2015).
Hal ini pun memunculkan kemungkinan bahwa anggota ISIS berhasil menyusup ke Sharm al-Sheikh dan menaruh bom di atas pesawat komersil. Terang saja kemungkinan ini meningkatkan kekhawatiran di kalangan pejabat AS tentang bahaya yang ditimbulkan oleh kelompok sayap ISIS yang beroperasi di Semenanjung Sinai.
"Ini telah menimbulkan keprihatinan," kata seorang pejabat AS yang meminta identitasnya tidak diungkap.
Hingga saat ini, Mesir dan Rusia belum mengumumkan penyebab kecelakaan pesawat yang menewaskan seluruh 224 penumpang dan awak pesawat tersebut. Keduanya menilai, kesimpulan yang diungkapkan oleh AS dan Inggris soal penyebab kecelakaan pesawat terlalu prematur.
Kelompok militan Sinai yang berafiliasi dengan ISIS, Provinsi Sinai Negara Islam, mengaku bertanggung jawab atas kejadian tersebut. Mereka mengatakan kecelakaan itu adalah aksi balas dendam terhadap intervensi Rusia dalam perang sipil di Suriah.
"Dari hasil penyadapan itu, pihak Rusia meyakini jika potongan-potongan bukti kecelakaan pesawat yang ditunjukkan oleh pejabat AS menunjukkan jika bom yang dipasang di pesawat Metrojet 9268 meledak setelah pesawat jenis Airbus A321 itu take off dari resort Sharm al-Sheikh," ujar sumber tersebut seperti dikutip dari laman Reuters, Selasa (10/11/2015).
Hal ini pun memunculkan kemungkinan bahwa anggota ISIS berhasil menyusup ke Sharm al-Sheikh dan menaruh bom di atas pesawat komersil. Terang saja kemungkinan ini meningkatkan kekhawatiran di kalangan pejabat AS tentang bahaya yang ditimbulkan oleh kelompok sayap ISIS yang beroperasi di Semenanjung Sinai.
"Ini telah menimbulkan keprihatinan," kata seorang pejabat AS yang meminta identitasnya tidak diungkap.
Hingga saat ini, Mesir dan Rusia belum mengumumkan penyebab kecelakaan pesawat yang menewaskan seluruh 224 penumpang dan awak pesawat tersebut. Keduanya menilai, kesimpulan yang diungkapkan oleh AS dan Inggris soal penyebab kecelakaan pesawat terlalu prematur.
Kelompok militan Sinai yang berafiliasi dengan ISIS, Provinsi Sinai Negara Islam, mengaku bertanggung jawab atas kejadian tersebut. Mereka mengatakan kecelakaan itu adalah aksi balas dendam terhadap intervensi Rusia dalam perang sipil di Suriah.
(ian)