AS Sebut Rusia dan China Berpotensi Jadi Ancaman Global
Senin, 09 November 2015 - 13:25 WIB
AS Sebut Rusia dan China Berpotensi Jadi Ancaman Global
A
A
A
WASHINGTON - Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS), Ashton Carter mengatakan, Rusia dan China berpotensi menjadi ancaman tatanan global. Ada sejumlah faktor yang membuat kedua negara ini menjadi ancaman.
Rusia, menurut Carter, kerap menantang AS di laut, udara, dalam ruang dan di dunia maya. Di bawah kepemimpinan Putin, Rusia telah membuka kembali 10 pangkalan militer era Soviet di Arktik. Padahal, pangkalan militer tersebut sempat ditutup setelah perang dingin berakhir pada tahun 1991.
Rusia juga telah melakukan patroli udara lebih jauh ketimbang AS. Hal ini terang saja menarik pusat perhatian Washington dan menganggapnya sebagai ancaman keamanan.
"Kami tidak berusaha untuk membuat Rusia menjadi musuh. Tetapi jangan salah, AS akan membela kepentingannya, sekutunya, prinsip tatanan internasional, dan masa depan yang positif untuk kita semua," kata Carter seperti dikutip dari laman Daily Star, Senin (9/11/2015).
Sedangkan terkait dengan ancaman China, Carter mengatakan, China adalah pemain tunggal yang paling berpengaruh di Asia pada masa depan.
"Sebagai kekuatan yang tengah tumbuh, China bepeluang mempunyai ambisi yang besar dan akan memodernisasi militernya. Namun, bagaimana China berperilaku akan menjadi ujian sebenarnya dari komitmennya untuk perdamaian dan keamanan," kata Carter.
Rusia, menurut Carter, kerap menantang AS di laut, udara, dalam ruang dan di dunia maya. Di bawah kepemimpinan Putin, Rusia telah membuka kembali 10 pangkalan militer era Soviet di Arktik. Padahal, pangkalan militer tersebut sempat ditutup setelah perang dingin berakhir pada tahun 1991.
Rusia juga telah melakukan patroli udara lebih jauh ketimbang AS. Hal ini terang saja menarik pusat perhatian Washington dan menganggapnya sebagai ancaman keamanan.
"Kami tidak berusaha untuk membuat Rusia menjadi musuh. Tetapi jangan salah, AS akan membela kepentingannya, sekutunya, prinsip tatanan internasional, dan masa depan yang positif untuk kita semua," kata Carter seperti dikutip dari laman Daily Star, Senin (9/11/2015).
Sedangkan terkait dengan ancaman China, Carter mengatakan, China adalah pemain tunggal yang paling berpengaruh di Asia pada masa depan.
"Sebagai kekuatan yang tengah tumbuh, China bepeluang mempunyai ambisi yang besar dan akan memodernisasi militernya. Namun, bagaimana China berperilaku akan menjadi ujian sebenarnya dari komitmennya untuk perdamaian dan keamanan," kata Carter.
(ian)