Serangan Udara Rusia Tewaskan 42 Anggota ISIS
Jum'at, 06 November 2015 - 20:34 WIB
Serangan Udara Rusia Tewaskan 42 Anggota ISIS
A
A
A
DAMASKUS - Serangan udara yang dilakukan oleh jet-jet tempur Rusia di kota Raqqa menewaskan 47 orang anggota ISIS, termasuk 27 warga sipil. Demikian laporan kelompok Observatorisum HAM untuk Suriah.
Menurut kelompok yang berbasis di Inggris itu, hanya 15 anggota ISIS yang selamat dari serangan yang dilancarkan oleh Rusia, setelah sebelumnya dibombardir pada Selasa lalu, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (6/11/2015).
Pemboman ini juga menambah daftar warga sipil yang tewas sejak Rusia melakukan aksi serangan udara di Suriah. Menurut kelompok monitor konflik Suriah yang lain, Jaringan HAM untuk Suriah, hingga hari Senin lalu jumlah warga sipil yang tewas mencapai 254.
Rusia mulai melakukan operasi udara di Suriah pada 30 September lalu atas permintaan Presiden Suriah, Bashar al- Assad. Sejak saat itu, angkatan udara Rusia telah melakukan 1.631 sorti dan menghancurkan 2.084 target milik kelompok militan.
Oleh Barat, Rusia kerap dituduh salah sasaran saat melancarkan serangan udara. Namun, Rusia membantah hal itu, dan menegaskan kalau serangan udara mereka selalu mengenai basis ISIS di Suriah.
Menurut kelompok yang berbasis di Inggris itu, hanya 15 anggota ISIS yang selamat dari serangan yang dilancarkan oleh Rusia, setelah sebelumnya dibombardir pada Selasa lalu, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (6/11/2015).
Pemboman ini juga menambah daftar warga sipil yang tewas sejak Rusia melakukan aksi serangan udara di Suriah. Menurut kelompok monitor konflik Suriah yang lain, Jaringan HAM untuk Suriah, hingga hari Senin lalu jumlah warga sipil yang tewas mencapai 254.
Rusia mulai melakukan operasi udara di Suriah pada 30 September lalu atas permintaan Presiden Suriah, Bashar al- Assad. Sejak saat itu, angkatan udara Rusia telah melakukan 1.631 sorti dan menghancurkan 2.084 target milik kelompok militan.
Oleh Barat, Rusia kerap dituduh salah sasaran saat melancarkan serangan udara. Namun, Rusia membantah hal itu, dan menegaskan kalau serangan udara mereka selalu mengenai basis ISIS di Suriah.
(ian)