Dalam 48 Jam, Rusia Hancurkan 263 Target di Suriah
Jum'at, 06 November 2015 - 19:07 WIB
Dalam 48 Jam, Rusia Hancurkan 263 Target di Suriah
A
A
A
MOSKOW - Angkatan Udara Rusia tetap melakukan operasi udara di Suriah, di tengah rasa duka yang menyelimuti pasca jatuhnya pesawat Metrojet milik maskapai penerbangan Kogalymavia di Semananjung Sinai beberapa waktu lalu.
Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan, dalam dua hari operasi udara, pihak angkatan udara Rusia telah melakukan 81 penerbangan singkat dan menghancurkan 263 target di Suriah, seperti dikutip dari laman Mirror, Jumat (6/11/2015).
Dalam serangan terbarunya, AU Rusia menghancurkan benteng-benteng milik ISIS, sebuah bunker, dan senjata anti pesawat. Sedangkan pada awal pekan ini, para pejabat Rusia mengatakan, mereka telah menghancurkan sejumlah target kunci milik ISIS saat membombardir sejumlah lokasi di sekitar kota Suriah kuno, Palmyra.
Awal bulan ini, Moskow juga mengatakan, 4 kapal perangnya telah meluncurkan 26 roket ke sejumlah sasaran milik ISIS di Suriah dalam satu tembakan salvo yang diluncurkan dari Laut Kaspia.
Meski begitu, serangan yang dilakukan oleh Rusia ini menimbulkan nada minor, karena tidak jarang memakan korban warga sipil. Menurut laporan pengawas hak asasi manusia, terjadi peningkatan jumlah warga sipil yang menjadi korban perang sejak Rusia mulai melakukan operasi udara di utara Suriah, yang menjadi basis kubu pemberontak.
Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan, dalam dua hari operasi udara, pihak angkatan udara Rusia telah melakukan 81 penerbangan singkat dan menghancurkan 263 target di Suriah, seperti dikutip dari laman Mirror, Jumat (6/11/2015).
Dalam serangan terbarunya, AU Rusia menghancurkan benteng-benteng milik ISIS, sebuah bunker, dan senjata anti pesawat. Sedangkan pada awal pekan ini, para pejabat Rusia mengatakan, mereka telah menghancurkan sejumlah target kunci milik ISIS saat membombardir sejumlah lokasi di sekitar kota Suriah kuno, Palmyra.
Awal bulan ini, Moskow juga mengatakan, 4 kapal perangnya telah meluncurkan 26 roket ke sejumlah sasaran milik ISIS di Suriah dalam satu tembakan salvo yang diluncurkan dari Laut Kaspia.
Meski begitu, serangan yang dilakukan oleh Rusia ini menimbulkan nada minor, karena tidak jarang memakan korban warga sipil. Menurut laporan pengawas hak asasi manusia, terjadi peningkatan jumlah warga sipil yang menjadi korban perang sejak Rusia mulai melakukan operasi udara di utara Suriah, yang menjadi basis kubu pemberontak.
(ian)