Jaksa Libanon Dakwa Pangeran Saudi atas Penyelundupan 2 Ton Narkoba

Selasa, 03 November 2015 - 10:04 WIB
Jaksa Libanon Dakwa...
Jaksa Libanon Dakwa Pangeran Saudi atas Penyelundupan 2 Ton Narkoba
A A A
BEIRUT - Jaksa penuntut umum di sebuah pengadilan di Libanon mendakwa Pangeran Arab Saudi, Abdel Mohsen Bin Walid Bin Abdulaziz dan sembilan orang lainnya atas tuduhan penyelundupan sekitar dua ton narkoba.

Narkoba jenis Captagon dan kokain itu dicoba diselundupkan melalui Bandara Beirut menggunakan pesawat pribadi 27 Oktober 2015 lalu. Narkoba sebanyak itu hendak dibawa ke Arab Saudi. (Baca juga: Bawa 2 Ton Narkoba, Pangeran Saudi Ditangkap di Libanon)

Awalnya, aparat Libanon menangkap Pangeran Abdel Mohsen dan empat warga Saudi lainnya setelah ditemukan narkoba di dalam pesawat pribadi sang pangeran. Namun, dalam pengembangan kasus itu, beberapa orang lagi dijadikan tersangka.

Penyitaan narkoba sebanyak itu dianggap merupakan yang terbesar dalam sejarah pengungkapan kasus penyelundupan narkoba di Bandara Beirut.

”(Seorang jaksa penuntut umum) telah mendakwa 10 orang, termasuk lima orang yang ditangkap, seorang pangeran Saudi dan beberapa warga Arab (Saudi) atas penyelundupan dan penjualan narkoba Captagon,” kata sumber pengadilan di Libanon seperti dikutip Al Jazeera, semalam (2/11/2015).

Sumber itu mengatakan, lima orang terkait kasus itu masih buron, termasuk di antaranya tiga warga Libanon dan dua warga Saudi.

Sebelum kasus ini terbongkar, Pada bulan April 2014, pasukan keamanan Libanon pernah menggagalkan upaya penyelundupan 15 juta kapsul Captagon yang disembunyikan dalam kontainer yang penuh jagung dari pelabuhan Beirut.

Captagon adalah nama merek untuk phenethylline amphetamine, sebuah stimulan sintetis. Narkoba terlarang ini dilaporkan telah banyak digunakan oleh militan di Suriah untuk membantu mereka agar terus berperang.

Narkoba jenis itu pertama kali diproduksi pada tahun 1960 untuk mengobati hiperaktif, narcolepsy dan depresi. Tapi, penggunaannya telah dilarang di sebagian besar negara pada tahun 1980-an karena dianggap terlalu adiktif.
(mas)
Berita Terkait
Begini Suasana Perayaan...
Begini Suasana Perayaan Hari Valentine di Arab Saudi
Arab Saudi Segera Buka...
Arab Saudi Segera Buka Toko Alkohol Pertama
Pangeran Badr bin Abdul...
Pangeran Badr bin Abdul Mohsin yang Memajukan Tradisi dan Budaya Saudi Meninggal pada Usia 75 Tahun
Anak Muda Saudi Ini...
Anak Muda Saudi Ini Ubah Gurun Pasir Jadi Ladang Pertanian yang Menarik Wisatawan Asing
3 Alasan PM Netanyahu...
3 Alasan PM Netanyahu Meminta Raja Salman Mendirikan Negara Palestina di Arab Saudi
Arab Saudi Bertambah...
Arab Saudi Bertambah Kaya Raya, Ternyata Ini 3 Penyebabnya
Berita Terkini
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
13 menit yang lalu
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Israel, IDF Bombardir Lebanon
38 menit yang lalu
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
56 menit yang lalu
Ini Gaun Emas Termahal...
Ini Gaun Emas Termahal di Dunia! Beratnya 10 Kg, Harganya Rp24 Miliar
2 jam yang lalu
4 Fakta Tempat Tinggal...
4 Fakta Tempat Tinggal Elon Musk, Rumah Sewa dan Ukurannya Mungil
3 jam yang lalu
Apa Itu Front Kedelapan...
Apa Itu Front Kedelapan Israel? Propaganda Digital terhadap Politikus Pro-Palestina
4 jam yang lalu
Infografis
Jadwal Imsakiyah Ramadan...
Jadwal Imsakiyah Ramadan 1447 H, Senin 2 Maret 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved