Serangan Udara Turki-AS Tewaskan 50 Militan ISIS di Suriah
Minggu, 01 November 2015 - 16:32 WIB
Serangan Udara Turki-AS Tewaskan 50 Militan ISIS di Suriah
A
A
A
ISTANBUL - Serangan udara yang dilakukan oleh jet-jet tempur Turki dan Amerika Serikat (AS) pada Sabtu (31/10/2015) kemarin berhasil menewaskan lebih dari 50 dan melukai 30 anggota ISIS. Pernyataan ini dikeluarkan oleh media Anadolu Agency yang mengutip sumber-sumber keamanan.
Seperti disitir Reuters dari Anadolu, Minggu (1/11/2015), enam jet F-16 milik Turki lepas landas dari pangkalan Incirlik di Turki selatan untuk melakukan serangan udara bersama pesawat nir awak (drone) milik koalisi.
Operasi penyerangan itu berhasil menghancurkan delapan target milik ISIS yang berada sekitar 5 km d dalam perbatasan Suriah, dekat provinsi Turki, Kilis. Operasi penyerangan ini juga didukung oleh pasukan darat Turkmen di Suriah.
Turki sebelumnya berjanji untuk berperan aktif dalam memerangi ISIS pada bulan Juli lalu, sebagai bagian dari serangan multi cabang terhadap kelompok militan Kurdi.
Sejak itu, militer Kurdi terutama berkonsentrasi untuk memukul musuh lama, Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang terlarang, meskipun pangkalan udara Turki juga telah digunakan oleh koalisi pimpinan AS untuk menyerang ISIS di Suriah utara.
Seperti disitir Reuters dari Anadolu, Minggu (1/11/2015), enam jet F-16 milik Turki lepas landas dari pangkalan Incirlik di Turki selatan untuk melakukan serangan udara bersama pesawat nir awak (drone) milik koalisi.
Operasi penyerangan itu berhasil menghancurkan delapan target milik ISIS yang berada sekitar 5 km d dalam perbatasan Suriah, dekat provinsi Turki, Kilis. Operasi penyerangan ini juga didukung oleh pasukan darat Turkmen di Suriah.
Turki sebelumnya berjanji untuk berperan aktif dalam memerangi ISIS pada bulan Juli lalu, sebagai bagian dari serangan multi cabang terhadap kelompok militan Kurdi.
Sejak itu, militer Kurdi terutama berkonsentrasi untuk memukul musuh lama, Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang terlarang, meskipun pangkalan udara Turki juga telah digunakan oleh koalisi pimpinan AS untuk menyerang ISIS di Suriah utara.
(ian)