Ukraina dan Kelompok Separatis Lakukan Pertukaran Tawanan

Jum'at, 30 Oktober 2015 - 17:44 WIB
Ukraina dan Kelompok...
Ukraina dan Kelompok Separatis Lakukan Pertukaran Tawanan
A A A
SCHASTYA - Pasukan bersenjata Ukraina dan kelompok separatis melakukan pertukaran tawanan yang berjumlah 20 orang. Pertukaran tawanan ini adalah upaya kedua belah pihak dalam rangka melakukan pembicaraan damai untuk mengakhiri krisis di negara itu yang berlangsung selama 18 bulan.

Dalam peristiwa pertukaran tawanan yang pertama sejak 8 September lalu ini, kelompok separatis menyerahkan 8 tentara Ukraina dan seorang warga sipil. Sedangkan dari pihak tentara Ukraina menyerahkan 11 milisi separatis, seperti dikutip dari laman AFP, Jumat (30/10/2015).

Selain itu, Presiden Ukraina Petro Proshenko juga mengatakan, 9 warga Ukraina juga telah dibebaskan oleh kelompok milisi Republik Rakyat Lugansk. Lima dari sembilan orang yang dibebaskan mengenakan seragam militer, sedangkan sisanya yang berasal dari sekitar wilayah separatis pro Rusia di Donetsk, mengenakan pakaian sipil.

Pemerintah Ukraina percaya, kelompok separatis masih menahan 158 orang Ukraina, termasuk 59 warga sipil. Sedangkan kelompok separatis meyakini jika Kiev menawan sekitar 2.400 milisi separatis dan warga sipil, meski kebenaran mengenai angka ini masih sulit diverifikasi secara independen.
(ian)
Berita Terkait
Situasi Energi Ukraina...
Situasi Energi Ukraina Memburuk, Gelap Gulita Dilanda Krisis Listrik
Efek Ekonomi Krisis...
Efek Ekonomi Krisis Rusia Vs Ukraina
Kalah dari Ukraina,...
Kalah dari Ukraina, Spanyol Krisis Penyerang
Rusia: Krisis Ukraina...
Rusia: Krisis Ukraina akibat Tujuan Kebijakan Amerika Serikat
Apa yang Diinginkan...
Apa yang Diinginkan Putin dalam Mengakhiri Krisis Ukraina?
Di Tengah Perang dengan...
Di Tengah Perang dengan Ukraina, Video Rusia Unjuk Kekuatan Militer Beredar
Berita Terkini
Putin: Serangan Rudal...
Putin: Serangan Rudal Hipersonik Oreshnik Rusia terhadap Ukraina Hanya Tes, Belum Skala Penuh
3 menit yang lalu
Ini Daftar Negara yang...
Ini Daftar Negara yang Hukum Mati dan Rampas Aset Koruptor, Bagaimana dengan Indonesia?
38 menit yang lalu
Ironi Kekayaan Raja...
Ironi Kekayaan Raja Thailand Vajiralongkorn Rp778 Triliun: Hampir 3 Kali Anggaran MBG, tapi Pewarisnya Tak Jelas
1 jam yang lalu
Iran Merudal Kuwait...
Iran Merudal Kuwait dan Bahrain, Balas Pengeboman AS di Pulau Qeshm
3 jam yang lalu
Iran Tolak Gagasan Donald...
Iran Tolak Gagasan Donald Trump Bertemu Mojtaba Khamenei
3 jam yang lalu
Permusuhan Memanas,...
Permusuhan Memanas, AS Bombardir Lagi Pulau Qeshm Iran
4 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved