Prancis Siap Gelar Pertemuan Soal Suriah
Selasa, 27 Oktober 2015 - 19:07 WIB
Prancis Siap Gelar Pertemuan Soal Suriah
A
A
A
PARIS - Pemerintah Prancis dilaporkan tengah mempersiapkan diri untuk menjadi tuan rumah pertemuan untuk mencari solusi damai di Suriah. Namun, pemerintah Suriah dikabarkan tidak akan dilibatkan dalam pertemuan tersebut.
Kementerian Luar Negeri Prancis dalam sebuah pernyataan menuturkan, mereka hanya akan mengundang Amerika Serikat (AS), Turki, Yordania dan sejumlah negara Eropa lainnya dalam pertemuan itu.
"Prancis akan menjadi tuan rumah pembicaraan mengenai konflik Suriah pada hari Selasa dengan perwakilan dari Amerika Serikat, Eropa, Jordan dan Turki tetapi tanpa mengundang Suriah, dan dua sekutunya yakni Rusia dan Iran," ucap kementerian itu, seperti dilansir Reuters pada Selasa (27/10).
Selain karena Rusia dan Iran adalah sekutu dekat Presiden Suriah Bashar al-Assad, tidak ada alasan jelas lain yang disebutkan mengapa kedua negara tersebut tidak diundang dalam pertemuan tersebut. Padahal kedua negara itu kerap disebut-sebut sebagai negara kunci dalam menyelesaikan konflik di Suriah, dan juga perwakilan pemerintah Suriah.
Sementara itu, kementerian tersebut menambahkan pertemuan ini akan fokus pada upaya memerangi ISIS, perlindungan warga sipil, dan membahas proposal untuk resolusi Dewan Keamanan PBB, yang mana rencananya akan diserahkan pada akhir pekan ini.
Kementerian Luar Negeri Prancis dalam sebuah pernyataan menuturkan, mereka hanya akan mengundang Amerika Serikat (AS), Turki, Yordania dan sejumlah negara Eropa lainnya dalam pertemuan itu.
"Prancis akan menjadi tuan rumah pembicaraan mengenai konflik Suriah pada hari Selasa dengan perwakilan dari Amerika Serikat, Eropa, Jordan dan Turki tetapi tanpa mengundang Suriah, dan dua sekutunya yakni Rusia dan Iran," ucap kementerian itu, seperti dilansir Reuters pada Selasa (27/10).
Selain karena Rusia dan Iran adalah sekutu dekat Presiden Suriah Bashar al-Assad, tidak ada alasan jelas lain yang disebutkan mengapa kedua negara tersebut tidak diundang dalam pertemuan tersebut. Padahal kedua negara itu kerap disebut-sebut sebagai negara kunci dalam menyelesaikan konflik di Suriah, dan juga perwakilan pemerintah Suriah.
Sementara itu, kementerian tersebut menambahkan pertemuan ini akan fokus pada upaya memerangi ISIS, perlindungan warga sipil, dan membahas proposal untuk resolusi Dewan Keamanan PBB, yang mana rencananya akan diserahkan pada akhir pekan ini.
(esn)