Menlu Denmark: Islam di Indonesia Sangat Toleran dan Terbuka
Kamis, 22 Oktober 2015 - 21:21 WIB
Menlu Denmark: Islam di Indonesia Sangat Toleran dan Terbuka
A
A
A
JAKARTA - Menteri Luar Negeri Denmark, Kristian Jensen memberikan pandangannya mengenai Islam di Indonesia. Pandangan ini dia dapatkan setelah melakukan dialog lintas agama dengan sejumlah tokoh dan pemuka agama Indonesia.
Jensen menuturkan, Islam di Indonesia adalah contoh yang sangat baik bagi negara Islam yang lainnya. Sebab, menurutnya Islam di Indonesia sangatlah toleran, dan juga sangat demokrastis.
"Islam di Indonesia sangat toleran dan terbuka, saya melihat Islam di Indonesia sebagai contoh bagi negara Islam di seluruh dunia. Indonesia berhasil membuat Muslim sebagai bagian dari negara, dan juga bagian dari upaya untuk mencapai tujuan nasional Indonesia," ucap Jensen pada Kamis (22/10).
Dirinya juga menuturkan, berdasarkan penjelasan yang dia dapat saat dialog lintas agama, dirinya mendapati fakta bahwa ada dua kelompok besar Islam di Indonesia yang memiliki peran besar dalam membangun kehidupan bergama di Indonesia. Dua organiasi itu adalah Nahdatul Ulama (NU) dan juga Muhamadiyah.
"Kalian telah membuat Indonesia sebagai negara yang kuat, toleran dan inklusif. Dan dua organisasi yakni NU dan Muhamadiyah adalah organisasi yang sangat penting untuk membangun Indonesia yang demokratis," sambungnya.
Jensen menuturkan, Islam di Indonesia adalah contoh yang sangat baik bagi negara Islam yang lainnya. Sebab, menurutnya Islam di Indonesia sangatlah toleran, dan juga sangat demokrastis.
"Islam di Indonesia sangat toleran dan terbuka, saya melihat Islam di Indonesia sebagai contoh bagi negara Islam di seluruh dunia. Indonesia berhasil membuat Muslim sebagai bagian dari negara, dan juga bagian dari upaya untuk mencapai tujuan nasional Indonesia," ucap Jensen pada Kamis (22/10).
Dirinya juga menuturkan, berdasarkan penjelasan yang dia dapat saat dialog lintas agama, dirinya mendapati fakta bahwa ada dua kelompok besar Islam di Indonesia yang memiliki peran besar dalam membangun kehidupan bergama di Indonesia. Dua organiasi itu adalah Nahdatul Ulama (NU) dan juga Muhamadiyah.
"Kalian telah membuat Indonesia sebagai negara yang kuat, toleran dan inklusif. Dan dua organisasi yakni NU dan Muhamadiyah adalah organisasi yang sangat penting untuk membangun Indonesia yang demokratis," sambungnya.
(esn)