Perangi ISIS, Jet Tempur Libya Bombardir Sirte
Selasa, 20 Oktober 2015 - 21:34 WIB
Perangi ISIS, Jet Tempur Libya Bombardir Sirte
A
A
A
TRIPOLI - Jet-jet tempur milik pemerintah nasional Libya, yang mendapat pengakuan internasional, membombardir kota Sirte, Libya. Serangan tersebut menargetkan kawasan yang dikendalikan oleh pejuang yang berikrar setia dengan ISIS, ujar seorang saksi mata.
Dikutip dari laman Al Arabiya, Selasa (20/10/2015), tidak ada korban ataupun kerusakan akibat serangan tersebut. Namun, saat ini belum ada pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh pihak pemerintah nasional Libya terkait penyerangan ini. Sebelumnya, pasukan pemerintah Libya juga pernah melakukan hal yang sama.
ISIS memanfatkan kekacauan di Libya untuk menunjukkan eksistensinya. Mereka pun memproklamirkan diri sebagai penguasa di kota Sirte, kota kelahiran mantan penguasa Libya, Muammar Gaddafi.
Kelompok ini bahkan telah menunjuk seorang pemimpin sebagai wakil dari "pemerintah" pusat mereka di Irak. Abul-Mughirah al-Qahtani telah ditunjuk menjadi pemimpin kelompok ekstrimis itu untuk wilayah Libya.
Tidak hanya ingin menunjukkan eksistensinya, kelompok ini juga mencoba menguasai sejumlah ladang minyak Libya. Mereka telah menyerang ladang minyak al-Ghani dan menculik sembilan pekerja asing. Kini, ISIS mencoba mengincar pelabuhan minyak Es Sidar sebagai sasaran utama mereka dalam beberapa bulan ke depan.
Dikutip dari laman Al Arabiya, Selasa (20/10/2015), tidak ada korban ataupun kerusakan akibat serangan tersebut. Namun, saat ini belum ada pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh pihak pemerintah nasional Libya terkait penyerangan ini. Sebelumnya, pasukan pemerintah Libya juga pernah melakukan hal yang sama.
ISIS memanfatkan kekacauan di Libya untuk menunjukkan eksistensinya. Mereka pun memproklamirkan diri sebagai penguasa di kota Sirte, kota kelahiran mantan penguasa Libya, Muammar Gaddafi.
Kelompok ini bahkan telah menunjuk seorang pemimpin sebagai wakil dari "pemerintah" pusat mereka di Irak. Abul-Mughirah al-Qahtani telah ditunjuk menjadi pemimpin kelompok ekstrimis itu untuk wilayah Libya.
Tidak hanya ingin menunjukkan eksistensinya, kelompok ini juga mencoba menguasai sejumlah ladang minyak Libya. Mereka telah menyerang ladang minyak al-Ghani dan menculik sembilan pekerja asing. Kini, ISIS mencoba mengincar pelabuhan minyak Es Sidar sebagai sasaran utama mereka dalam beberapa bulan ke depan.
(ian)