Trump: AS Harus Berhenti Ikut Campur Urusan Negara Lain
Kamis, 15 Oktober 2015 - 21:31 WIB
Trump: AS Harus Berhenti Ikut Campur Urusan Negara Lain
A
A
A
NEW YORK - Calon Presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik, Donald Trump, menyebut Amerika Serikat (AS) harus berhenti untuk ikut campur dalam urusan negara lain atau dalam sebuah insiden yang terjadi di luar negeri. Menurutnya, pemerintah AS harus fokus membangun kembali AS yang tengah lesu.
Pernyataan Trump itu merupakan kritikan bagi pemerintah AS yang terus memperdebatkan siapa yang bersalah atas tragedi MH17. Menurutnya, tragedi itu memang mengerikan, tapi sudah ada pihak yang mengurus tragedi itu, dan seharusnya AS tidak perlu ikut-ikutan.
"Pelaku insiden itu mungkin saja Rusia atau separatis pro-Rusia. Tetapi, saat ini AS harus mulai fokus pada diri mereka sendiri, dan tidak terlibat dalam konflik di luar negeri, meskipun itu sesuatu hal yang sangat mengerikan," ucap Trump seperti dilansir CNN pada Kamis (15/10).
Dirinya mengatakan, jika AS terus terjebak dalam perdebatan siapa yang menjatuhkan MH17, maka itu akan membutukan waktu lama. Hal itu akan menghabiskan banyak energi dan waktu. Sebab, sampai kapanpun tidak akan ada yang mau mengaku siapa yang menembak pesawat tersebut.
"Itu adalah jalan yang sangat panjang, dan kita harus secepatnya memutuskan untuk kembali kepada akar kita dan membuat Amerika kembali besar," sambungnya.
Ini bukan pertama kali Trump melemparkan kritikan kepada pemerintah AS. Dalam beberapa kesempatan, dirinya menyerang pemerintah AS di bawah Presiden Barack Obama, termasuk soal kebijakan di Suriah, dimana dirinya juga berpihak pada Rusia.
Pernyataan Trump itu merupakan kritikan bagi pemerintah AS yang terus memperdebatkan siapa yang bersalah atas tragedi MH17. Menurutnya, tragedi itu memang mengerikan, tapi sudah ada pihak yang mengurus tragedi itu, dan seharusnya AS tidak perlu ikut-ikutan.
"Pelaku insiden itu mungkin saja Rusia atau separatis pro-Rusia. Tetapi, saat ini AS harus mulai fokus pada diri mereka sendiri, dan tidak terlibat dalam konflik di luar negeri, meskipun itu sesuatu hal yang sangat mengerikan," ucap Trump seperti dilansir CNN pada Kamis (15/10).
Dirinya mengatakan, jika AS terus terjebak dalam perdebatan siapa yang menjatuhkan MH17, maka itu akan membutukan waktu lama. Hal itu akan menghabiskan banyak energi dan waktu. Sebab, sampai kapanpun tidak akan ada yang mau mengaku siapa yang menembak pesawat tersebut.
"Itu adalah jalan yang sangat panjang, dan kita harus secepatnya memutuskan untuk kembali kepada akar kita dan membuat Amerika kembali besar," sambungnya.
Ini bukan pertama kali Trump melemparkan kritikan kepada pemerintah AS. Dalam beberapa kesempatan, dirinya menyerang pemerintah AS di bawah Presiden Barack Obama, termasuk soal kebijakan di Suriah, dimana dirinya juga berpihak pada Rusia.
(esn)