Rusia Gencar Serang Suriah, Inggris Desak NATO Latihan Perang Nuklir

Sabtu, 10 Oktober 2015 - 17:04 WIB
Rusia Gencar Serang...
Rusia Gencar Serang Suriah, Inggris Desak NATO Latihan Perang Nuklir
A A A
LONDON - Inggris mendesak NATO untuk melakukan latihan perang multinasional termasuk simulasi perang nuklir setelah Rusia gencar melakukan serangan ke wilayah Suriah. Namun, belum ada kejelasan apakah desakan latihan perang nuklir itu untuk merespons agresi militer Rusia di Suriah atau bukan.

Desakan Inggris kepada NATO itu disampaikan Menteri Pertahanan Inggris, Michael Fallon dan Duta Inggris untuk NATO, Sir Adam Thomson, seperti dilaporkan kantor berita Sputnik, Sabtu (10/10/2015).

Jika desakan untuk latihan perang nuklir itu terealisasi, maka itu akan menjadi latihan perang nuklir yang pertama sejak akhir Perang Dingin. Latihan itu juga bisa menjadi ajang bagi Inggris untuk menguji kemampuan senjata nuklirnya yang dikembangkan di bawah program bersama sekutu-sekutu NATO.

Di bawah program itu, Inggris memiliki sistem pencegahan serangan nuklir bernama “Trident” yang terdapat di empat kapal selam class-Vanguard yang ditempatkan di pangkalan angkatan laut Clyde, Skotlandia. Masing-masing kapal membawa maksimal 16 rudal Trident II. Rudal-rudal itu belum pernah ditembakkan sejak 2012.

Pada hari Rabu lalu, Perdana Menteri Inggris, David Cameron mengumumkan bahwa Pemerintah Inggris akan memperluas sistem Trident dengan menambahkan empat kapal selam nuklir class-Vanguard pada tahun-tahun mendatang.

Kekuatan nuklir Inggris selama ini sensitif dan kerap diintai Rusia. Menurut sebuah laporan yang diterbitkan Henry Jackson Society pada bulan Februari 2015, intelijen Rusia telah mengumpulkan data kemampuan senjata nuklir Inggris.

Dengan aksi spionase intelijen Rusia itu membuat kemampuan nuklir Inggris terdeteksi Rusia dan bisa diatasi oleh militer Kremlin setiap saat.

”Jika Rusia dapat memperoleh rekaman dari 'tanda tangan’ itu berdampak serius bagi penangkal nuklir Inggris. Rusia akan mampu melacak kapal class-Vanguards dan berpotensi menenggelamkannya sebelum mereka (kapal selam Inggris) bisa meluncurkan rudalnya,” bunyi dokumen Henry Jackson Society.
(mas)
Berita Terkait
Intelijen AS dan Inggris...
Intelijen AS dan Inggris Minta ISIS Serang Pangkalan Militer Rusia di Suriah
Pengadilan Inggris Tetapkan...
Pengadilan Inggris Tetapkan Shamima Begum Bisa Kembali dari Suriah
Assad Punya Rp1,1 Triliun...
Assad Punya Rp1,1 Triliun di Rekening Bank Inggris yang Dibekukan
Apakah Rusia Dukung...
Apakah Rusia Dukung Bashar al-Assad?
Kecam Invasi Israel...
Kecam Invasi Israel ke Suriah, Rusia Tarik Aset Militernya
Diburu Pasukan Pemerintah,...
Diburu Pasukan Pemerintah, Loyalis Bashar Al Assad Bersembunyi di Pangkalan Udara Rusia
Berita Terkini
Korea Utara Marah AS...
Korea Utara Marah AS Jual Rudal Canggih ke Korea Selatan, Menyebutnya Ekspor Perang
12 menit yang lalu
Profesor AS: Israel,...
Profesor AS: Israel, Bukan Iran, yang Jadi Ancaman Nuklir Utama di Timur Tengah
47 menit yang lalu
Trump: AS dan Iran Teken...
Trump: AS dan Iran Teken Kesepakatan Hari Ini, Selat Hormuz Akan Dibuka untuk Semua
1 jam yang lalu
10 Negara dengan Rudal...
10 Negara dengan Rudal Balistik Terkuat di Dunia, Juaranya Bukan AS
2 jam yang lalu
Pentagon Mengungkap...
Pentagon Mengungkap Kumpulan Data UFO Baru, Apakah Banyak Kejutan?
4 jam yang lalu
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
5 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved