PBB Prihatin Penembakkan Massal di AS

Sabtu, 03 Oktober 2015 - 21:09 WIB
PBB Prihatin Penembakkan...
PBB Prihatin Penembakkan Massal di AS
A A A
NEW YORK - Sekretaris PBB, Ban Ki-moon menyerukan kepada Amerika Serikat (AS) untuk mengambil tindakan guna mengurangi aksi kekerasan bersenjata di negera itu. Pernyataan ini muncul setelah terjadi penembakan massal yang menewaskan sembilan orang di sebuah kampus di AS.

"Sekretaris Jenderal mengungkapkan harapan yang kuat, bahwa AS melalui proses demokrasi yang kuat dan telah menjadi ciri khas negara itu, akan dapat mengambil tindakan yang diperlukan untuk mengurangi jumlah korban yang tewas secara mengerikan di dalam kehidupan bermasyarakat AS akibat kekerasan bersenjata," ujar juru bicara PBB, Stephane Dujarric, seperti disalin dari laman Reuters, Sabtu (3/10/2015).

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang pria bersenjata mengamuk dan melepaskan tembakan di Umpqua Community College, sebuah perguruan tinggi di barat daya Oregon. Aksi ini menewaskan sembilan orang dan melukai tujuh lainnya. Pelaku sendiri tewas setelah terlibat baku tembak dengan polisi.

Menanggapi peristiwa tersebut, Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama mengecam Kongres karena tidak meloloskan undang-undang yang mengontrol penggunaan senjata secara ketat. Ia bahkan mengaku khawatir jika pernyataan duka cita terhadap korban penembakan akan menjadi rutinitas.

Pasca terjadinya penembakan massal di sekolah Newtown, Connecticut yang menewaskan 28 orang dimana 20 diantaranya anak-anak pada medio 2012 lalu, pemerintahan Obama mengajukan rancangan undang-undang kepemilikan senjata api. Namun, usaha ini terganjal di Kongres.

Setidaknya, 10 orang tewas dan 20 lainnya cedera setelah seorang pria mengamuk dan melepaskan tembakan di Umpqua Community College di Roseburg, Oregon. Menurut sumber anonim pihak kepolisian, pelaku diidentifikasi sebagai Chris Harper. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih menyelidiki motif dari pelaku.
(ian)
Berita Terkait
Rusia ingin PBB Menekan...
Rusia ingin PBB Menekan Amerika Serikat dalam Masalah Ini
Presiden Iran Ebrahim...
Presiden Iran Ebrahim Raisi Terbang ke New York, Dilepas Barisan Militer
AS Blokir Voting DK...
AS Blokir Voting DK PBB Soal Gencatan Senjata Selama Pandemi
AS Akui Bergulat Dalam...
AS Akui Bergulat Dalam Masalah Rasisme, Desak Negara Lain untuk Terbuka
Dewan HAM Gelar Debat...
Dewan HAM Gelar Debat Soal Rasisme dan Kebrutalan Polisi, AS Kesal
Pompeo Sebut Dewan HAM...
Pompeo Sebut Dewan HAM PBB sebagai 'Surga' bagi Diktaktor
Berita Terkini
Trump Telepon Putin...
Trump Telepon Putin pada Hari Kemerdekaan AS selama 1,5 Jam, Ini 5 Topik yang Dirundingkan
2 jam yang lalu
Meski Ada Ancaman, Kedubes...
Meski Ada Ancaman, Kedubes Iran Ucapkan Terima Kasih kepada Delegasi yang Hadiri Pemakaman Khamenei
5 jam yang lalu
AS Tebar Ancaman ke...
AS Tebar Ancaman ke Banyak Negara agar Tidak Kirim Delegasi ke Pemakaman Khamenei, Apakah Efektif?
6 jam yang lalu
Goyang Dominasi AS dan...
Goyang Dominasi AS dan Sekutunya di Asia, China dan Rusia Gelar Latihan Perang
7 jam yang lalu
Hamas dan Hizbullah...
Hamas dan Hizbullah Jadi Tamu Istimewa pada Pemakaman Khamenei
8 jam yang lalu
6 Fakta Perayaan Ulang...
6 Fakta Perayaan Ulang Tahun AS ke-250, Bill Clinton: Masa Depan Kita Dipertanyakan
10 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved