Netanyahu: Sanksi Dicabut, Iran Akan Cari Mangsa
Jum'at, 02 Oktober 2015 - 11:41 WIB
Netanyahu: Sanksi Dicabut, Iran Akan Cari Mangsa
A
A
A
NEW YORK - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu memanfaatkan waktu berpidatonya di sidang Majelis Umum PBB untuk mengkritik habis-habisan perjanjian nuklir Iran. Ia juga dengan tegas mengatakan Israel tidak akan pernah membiarkan Iran bergabung dengan kelompok negara-negara pemilik nuklir.
Netanyahu menegaskan, kritik yang dilepaskan oleh Israel terhadap kesepakatan antara Iran dengan negara-negara yang menjadi kekuatana utama dunia bertujuan untuk membatasi program nuklir Teheran.
"Setelah sanksi intenasional dicabut, dilepaskan, dan diberangus oleh PBB, Iran akan mencari mangsa," kata Netanyahu seperti disalin dari laman Reuters, Jumat (2/10/2015).
Netanyahu menegaskan, Israel tidak akan pernah membiarkan Iran memanfaatkan momentum tersebut untuk bergabung dengan negara-negara pengguna nuklir.
"Kami melihat dunia merayakan kesepakatan yang buruk ini, secepatnya untuk merangkul, dan melakukan bisnis dengan rezim yang secara terbuka berkomitman untuk kehancuran kita," katanya.
Ia pun sempat menunjukkan salinan buku terbaru Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Menurut Netanyahu, buku setebal 400 halaman itu merinci rencana untuk menghancurkan negara Israel.
Dalam kesempatan itu, Netanyahu juga mengungkapkan bahwa Israel telah membangun komunikasi dengan negara Arab guna menanggapi situasi di Iran. Namun, Netanyahu tidak menyebutkan negara Arab yang dimaksud.
Meskipun begitu, sumber-sumber diplomatik mengatakan Israel telah melakukan kontak dengan saingan regional Iran, Arab Saudi, untuk membahas kesepakatan nuklir tersebut.
"Israel telah bekerjasama dengan mitra perdamaian kami di Arab untuk mengatasi tantangan keamanan bersama kami dari ancaman Iran dan juga tantangan keamanan dari ISIS," tukasnya.
Israel selama ini memang dikenal sebagai penentang keras kesepakatan nuklir Iran. Bahkan hal ini menyebabkan hubungan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama dengan Netanyahu merenggang.
Netanyahu menegaskan, kritik yang dilepaskan oleh Israel terhadap kesepakatan antara Iran dengan negara-negara yang menjadi kekuatana utama dunia bertujuan untuk membatasi program nuklir Teheran.
"Setelah sanksi intenasional dicabut, dilepaskan, dan diberangus oleh PBB, Iran akan mencari mangsa," kata Netanyahu seperti disalin dari laman Reuters, Jumat (2/10/2015).
Netanyahu menegaskan, Israel tidak akan pernah membiarkan Iran memanfaatkan momentum tersebut untuk bergabung dengan negara-negara pengguna nuklir.
"Kami melihat dunia merayakan kesepakatan yang buruk ini, secepatnya untuk merangkul, dan melakukan bisnis dengan rezim yang secara terbuka berkomitman untuk kehancuran kita," katanya.
Ia pun sempat menunjukkan salinan buku terbaru Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Menurut Netanyahu, buku setebal 400 halaman itu merinci rencana untuk menghancurkan negara Israel.
Dalam kesempatan itu, Netanyahu juga mengungkapkan bahwa Israel telah membangun komunikasi dengan negara Arab guna menanggapi situasi di Iran. Namun, Netanyahu tidak menyebutkan negara Arab yang dimaksud.
Meskipun begitu, sumber-sumber diplomatik mengatakan Israel telah melakukan kontak dengan saingan regional Iran, Arab Saudi, untuk membahas kesepakatan nuklir tersebut.
"Israel telah bekerjasama dengan mitra perdamaian kami di Arab untuk mengatasi tantangan keamanan bersama kami dari ancaman Iran dan juga tantangan keamanan dari ISIS," tukasnya.
Israel selama ini memang dikenal sebagai penentang keras kesepakatan nuklir Iran. Bahkan hal ini menyebabkan hubungan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama dengan Netanyahu merenggang.
(ian)