Ingin Menang Lawan ISIS? Ini Saran Menlu Irak
Sabtu, 26 September 2015 - 20:52 WIB
Ingin Menang Lawan ISIS? Ini Saran Menlu Irak
A
A
A
NEW YORK - Menteri Luar Negeri Irak, Ibrahim al-Jaafari menyarankan pasukan koalisi pimpinan AS untuk lebih sering melakukan pemboman terhadap sejumlah target milik ISIS di Irak. Hal itu diperlukan untuk membantu pasukan Irak yang berjuang di darat guna meraih kemenangan melawan kelompok radikal tersebut.
"Frekuensi serangan Angkatan Udara tidak tetap dan saya berharap frekuensi serangan itu bisa jauh lebih tinggi di masa depan," kata Jaafari, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (26/9/2015).
Berbicara di hadapan Dewan Hubungan Luar Negeri di New York, Jafaari mengatakan, pasukan Irak telah membuat kemajuan dalam perang melawan ISIS. Ia pun menolak saran agar pemerintahnya mau menerima bantuan tentara asing untuk menghadapi ISIS.
"Militer Irak telah mendapatkan sejumlah kemenangan yang signifikan. Mereka telah memukul mundur teroris dan memaksa mereka untuk kembali ke utara menuju Mosul. Milter Irak telah menang," tegas Jaafari.
Ketika ditanya tentang keterlibatan tentara Rusia di Suriah, Jaafari mengatakan menyambut baik hal itu. Namun, ia menegaskan, Baghdad belum menerima penasihat militer dari Rusia untuk membantu perjuangan pasukannya.
"Berkenaan dengan Rusia yang memainkan peran dalam mengurangi krisis di Suriah, kami mendukung semua upaya untuk meringankan perjuangan kami," katanya.
"Frekuensi serangan Angkatan Udara tidak tetap dan saya berharap frekuensi serangan itu bisa jauh lebih tinggi di masa depan," kata Jaafari, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (26/9/2015).
Berbicara di hadapan Dewan Hubungan Luar Negeri di New York, Jafaari mengatakan, pasukan Irak telah membuat kemajuan dalam perang melawan ISIS. Ia pun menolak saran agar pemerintahnya mau menerima bantuan tentara asing untuk menghadapi ISIS.
"Militer Irak telah mendapatkan sejumlah kemenangan yang signifikan. Mereka telah memukul mundur teroris dan memaksa mereka untuk kembali ke utara menuju Mosul. Milter Irak telah menang," tegas Jaafari.
Ketika ditanya tentang keterlibatan tentara Rusia di Suriah, Jaafari mengatakan menyambut baik hal itu. Namun, ia menegaskan, Baghdad belum menerima penasihat militer dari Rusia untuk membantu perjuangan pasukannya.
"Berkenaan dengan Rusia yang memainkan peran dalam mengurangi krisis di Suriah, kami mendukung semua upaya untuk meringankan perjuangan kami," katanya.
(esn)