Serangan Udara Pasukan Koalisi Tewaskan Pemimpin ISIS
Rabu, 23 September 2015 - 13:38 WIB
Serangan Udara Pasukan Koalisi Tewaskan Pemimpin ISIS
A
A
A
WASHINGTON - Pentagon menyatakan, serangan udara pasukan koalisi telah menewaskan seorang pemimpin senior ISIS di Irak dan juga menewaskan seorang ekstrimis asal Prancis di Suriah.
Sekretaris Pentagon, Peter Cook menyatakan, serangan pasukan koalisi di Tal Afar di Irak Utara pada 10 September lalu telah menewaskan Abu Bakr al-Turkmani.
"Dia adalah seorang amir administrasi ISIS. Ia adalah bagian dari Al-Qaeda di Irak, sebelum bergabung dengan ISIS dan teman dekat dari pemimpin senior ISIS lainnya di Irak," terang Cook seperti dilansir dari laman The Daily Star, Rabu (23/9/2015).
Dalam kesempatan yang sama, Cook juga mengungkapkan kematian ekstrimis asal Prancis, David Drugeon, yang tewas dalam serangan udara di dekat Aleppo, Suriah, pada tanggal 5 Juli lalu. Drugeon adalah anggota operasi jaringan Al-Qaeda yang terkadang disebut sebagai Khorasan Grup, yang berencana melakukan serangan terhadap Barat.
"Sebagai seorang ahli bahan peledak, ia dilatih ekstrimis di Suriah dan berusaha untuk merencanakan serangan lain dengan sejumlah sasaran di Barat," jelas Cook.
Sekretaris Pentagon, Peter Cook menyatakan, serangan pasukan koalisi di Tal Afar di Irak Utara pada 10 September lalu telah menewaskan Abu Bakr al-Turkmani.
"Dia adalah seorang amir administrasi ISIS. Ia adalah bagian dari Al-Qaeda di Irak, sebelum bergabung dengan ISIS dan teman dekat dari pemimpin senior ISIS lainnya di Irak," terang Cook seperti dilansir dari laman The Daily Star, Rabu (23/9/2015).
Dalam kesempatan yang sama, Cook juga mengungkapkan kematian ekstrimis asal Prancis, David Drugeon, yang tewas dalam serangan udara di dekat Aleppo, Suriah, pada tanggal 5 Juli lalu. Drugeon adalah anggota operasi jaringan Al-Qaeda yang terkadang disebut sebagai Khorasan Grup, yang berencana melakukan serangan terhadap Barat.
"Sebagai seorang ahli bahan peledak, ia dilatih ekstrimis di Suriah dan berusaha untuk merencanakan serangan lain dengan sejumlah sasaran di Barat," jelas Cook.
(esn)