Upaya Islah Dua Faksi di Taliban Berujung Buntu
Minggu, 20 September 2015 - 18:32 WIB
Upaya Islah Dua Faksi di Taliban Berujung Buntu
A
A
A
PESHAWAR - Upaya islah dua faksi yang bertentangan di kubu Taliban berujung pada kegagalan, karena kedua kubu tidak menemui kata sepakat mengenai sosok yang harus menjadi pemimpin setelah kematian Mullah Omar. Hal ini diungkapkan oleh juru bicara dari faksi yang anti dengan pemimpin Taliban saat ini, Mullah Mansour.
"Kami menunggu selama dua bulan dan ingin Mullah Mansour memahami situasi dan mundur dari jabatannya untuk kemudian membiarkan Dewan Tertinggi memiliki pemimpin baru melalui konsensus. Tapi ia gagal," ujar juru bicara faksi anti-Mansour, Mullah Abdul Manan Niazi, seperti dilansir dari Reuters, Minggu (20/9/2015).
Meski begitu, Niazi mengatakan kelompoknya tidak akan memerangi kelompok Mansour. Mereka akan memfokuskan diri untuk menyerang pemerintah dan sekutu asing Afghanistan. "Siapa pun yang terlibat dalam kegiatan militan di bawah pimpinan Mullah Mansour bukanlah jihad. Kami sekaranga akan terbuka menentangnya," ujar Niazi.
Pernyataan ini muncul setelah sejumlah kerabat dan anak Mullah Omar menyatakan kesetiaannya kepada Mullah Mansour. Namun, Niazi menyatakan, bahwa pernyataan dukungan itu lebih disebabkan faktor ekonomi, dimana Mansour mengancam akan memangkas pendanaan kelompok yang dipimpin kerabat Mullah Omar.
Perselisihan di tubuh Taliban terjadi setelah intelijen Afghanistan membocorkan berita yang menyatakan pendiri kelompok pemberontakan itu, Mullah Omar, telah mati sejak dua tahun lalu.
"Kami menunggu selama dua bulan dan ingin Mullah Mansour memahami situasi dan mundur dari jabatannya untuk kemudian membiarkan Dewan Tertinggi memiliki pemimpin baru melalui konsensus. Tapi ia gagal," ujar juru bicara faksi anti-Mansour, Mullah Abdul Manan Niazi, seperti dilansir dari Reuters, Minggu (20/9/2015).
Meski begitu, Niazi mengatakan kelompoknya tidak akan memerangi kelompok Mansour. Mereka akan memfokuskan diri untuk menyerang pemerintah dan sekutu asing Afghanistan. "Siapa pun yang terlibat dalam kegiatan militan di bawah pimpinan Mullah Mansour bukanlah jihad. Kami sekaranga akan terbuka menentangnya," ujar Niazi.
Pernyataan ini muncul setelah sejumlah kerabat dan anak Mullah Omar menyatakan kesetiaannya kepada Mullah Mansour. Namun, Niazi menyatakan, bahwa pernyataan dukungan itu lebih disebabkan faktor ekonomi, dimana Mansour mengancam akan memangkas pendanaan kelompok yang dipimpin kerabat Mullah Omar.
Perselisihan di tubuh Taliban terjadi setelah intelijen Afghanistan membocorkan berita yang menyatakan pendiri kelompok pemberontakan itu, Mullah Omar, telah mati sejak dua tahun lalu.
(esn)