Banjir Bandang Terjang Utah, 8 Tewas 5 Hilang
Selasa, 15 September 2015 - 18:21 WIB
Banjir Bandang Terjang Utah, 8 Tewas 5 Hilang
A
A
A
SALT LAKE CITY - Hujan deras yang turun di utara Utah menyebabkan banjir bandang di wilayah Utah, Amerika Serikat. Akibatnya, setidaknya 8 orang tewas ketika dua kendaraan yang ditumpangi dua keluarga hanyut terbawa arus deras banjir. Banjir juga menyebabkan 5 orang hilang dan hingga kini belum diketahui nasibnya.
Pihak berwenang mengatakan, total ada 16 orang yang berada di kendaraan yang tersapu banjir tersebut. Hingga Senin malam, pihak berwenang masih mencari para korban. Tiga orang berhasil diselamatkan dan dibawa untuk mendapatkan perawatan. Namun belum diketahui bagaimana kondisi mereka.
Sebuah pernyataan dari Manajemen Divis Darurat Utah mengatakan, pencarian kini sedang berlangsung di daerah sekitar Maxwell Canyon, yaitu sekitar seratus mil sebelah utara dari Grand Canyon National Park dan hanya beberapa mil utara dari perbatasan antara Utah dan Arizona.
"Ini menjadi malam yang menyedihkan," bunyi pernyataan tersebut seperti dikutip dari Washington Post, Selasa (15/9/2015). "Doa kami bersama dengan tim pencari dan tim penyelamat serta keluarga-keluarga yang terluka akibat kehilang orang-orang yang mereka cintai," demikian pernyataan itu.
Mereka juga menyatakan bahwa aksi penyelamatan di daerah yang terkena banjir bandang berlangsung selama dan setelah hujan berlangsung.
Pihak berwenang mengatakan, total ada 16 orang yang berada di kendaraan yang tersapu banjir tersebut. Hingga Senin malam, pihak berwenang masih mencari para korban. Tiga orang berhasil diselamatkan dan dibawa untuk mendapatkan perawatan. Namun belum diketahui bagaimana kondisi mereka.
Sebuah pernyataan dari Manajemen Divis Darurat Utah mengatakan, pencarian kini sedang berlangsung di daerah sekitar Maxwell Canyon, yaitu sekitar seratus mil sebelah utara dari Grand Canyon National Park dan hanya beberapa mil utara dari perbatasan antara Utah dan Arizona.
"Ini menjadi malam yang menyedihkan," bunyi pernyataan tersebut seperti dikutip dari Washington Post, Selasa (15/9/2015). "Doa kami bersama dengan tim pencari dan tim penyelamat serta keluarga-keluarga yang terluka akibat kehilang orang-orang yang mereka cintai," demikian pernyataan itu.
Mereka juga menyatakan bahwa aksi penyelamatan di daerah yang terkena banjir bandang berlangsung selama dan setelah hujan berlangsung.
(esn)