Misterius, Wanita RI Penerima Dana Pria Australia untuk Teroris

Senin, 14 September 2015 - 11:53 WIB
Misterius, Wanita RI...
Misterius, Wanita RI Penerima Dana Pria Australia untuk Teroris
A A A
JAKARTA - Sosok wanita Indonesia yang menerima dana pria Australia untuk aksi teroris dan perekrutan ISIS masih misterius. Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Indonesia tidak mengungkap identitas wanita itu serta identitas pria Australia.

Namun, PPATK menyatakan, wanita Indonesia itu telah dinikahi pria Australia yang telah mengirim dana hingga AUD 500 ribu atau sekitar Rp5 miliar.

Wakil Ketua Badan Intelijen Keuangan PPATK Indonesia, Agus Santoso kepada ABC, menolak lokasi keberadaan wanita Indonesia tersebut. Wanita itu, kata dia, membuka 10 rekening untuk menerima dana dari suaminya di Australia. (Baca: Terungkap! Pria Australia Danai Warga Indonesia Gabung ISIS)

”Hanya biaya AUD 250 untuk membuat bom,” katanya, yang dilansir Senin (14/9/2015). ”Dan tentu saja mereka juga ingin memiliki ‘kolam renang’ dana, dana cadangan, sehingga mereka dapat melakukan lebih banyak kegiatan,” lanjut dia.

Menurut Santoso, pria Australia itu mengumpulkan uang melalui penggalangan dana di Australia. ”Kemudian ia mengirim uang ke beberapa rekening di Indonesia, sebagian besar rekening dibuka oleh istrinya,” ujarnya.

”Ada juga beberapa rekening dibuka oleh anggota lain dari kelompoknya. Karena ada istri dan ada juga jaringannya,” imbuh Santoso. PPATK telah melacak aliran dana itu sejak 2012.

Sementara itu, Unit Intelijen Keuangan Australia, AUSTRAC, mengkonfirmasi bahwa mereka telah bekerja sama dengan PPATK Indonesia dan Kepolisian Federal Australia untuk melacak aliran dana yang terkait dengan organisasi teroris.

Santoso yakin ada fenomena dimana simpatisan teroris menikahi perempuan Indonesia untuk membantu tujuan mereka. ”Dalam hal ini kita melihat modus operandi. Ini adalah celah untuk teroris untuk memperluas jaringan mereka dengan menikahi perempuan Indonesia dan merekrut keluarga atau teman-teman mereka sehingga mereka dapat mempengaruhi orang-orang,” katanya.
(mas)
Berita Terkait
Turki Penjarakan Pengantin...
Turki Penjarakan Pengantin ISIS Pertama dari Australia
Teroris ISIS Neil Christopher...
Teroris ISIS Neil Christopher Prakash Dipulangkan ke Australia
Australia Cabut Kewarganegaraan...
Australia Cabut Kewarganegaraan Teroris ISIS, PM Selandia Baru Marah
Wanita dan Anak Warga...
Wanita dan Anak Warga Australia Diculik dari Kamp Pengungsi Suriah
Siapa Dalang Utama Penembakan...
Siapa Dalang Utama Penembakan Massal di Pantai Bondi? Dugaan Mengarah ke ISIS hingga Iran
Taliban dan Terorisme...
Taliban dan Terorisme di Indonesia
Berita Terkini
Menteri Zionis: AS Akan...
Menteri Zionis: AS Akan Segera Berada di Jalur Bentrokan dengan Israel
43 menit yang lalu
Rusia Klaim Senjata...
Rusia Klaim Senjata Nuklir Jadi Satu-satunya Jaminan pada Perang Global, Ini 3 Alasannya
3 jam yang lalu
Bill Gates Ngaku Jadi...
Bill Gates Ngaku Jadi Korban Epstein, tapi Fakta Berbicara Lain
4 jam yang lalu
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
5 jam yang lalu
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
6 jam yang lalu
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
7 jam yang lalu
Infografis
15 Lagu Nasional Terbaik...
15 Lagu Nasional Terbaik untuk HUT Ke-80 RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved