Serangan Pasukan Koalisi Diduga Tewaskan Ahli Bom Al-Qaeda
Sabtu, 12 September 2015 - 20:43 WIB
Serangan Pasukan Koalisi Diduga Tewaskan Ahli Bom Al-Qaeda
A
A
A
WASHINGTON - Serangan udara yang dilancarkan pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat ke Suriah diduga berhasil menewaskan ahli bom kelompok Al-Qaeda yang berkewarganegaraan Prancis.
Seperti dikutip dari laman VOA, Sabtu (12/9/2015), David Drugeon, anggota kelompok Khorasan diduga telah tewas akibat serangan yang dilakukan oleh pasukan koalisi di Suriah pada bulan Juli lalu. Serangan tersebut memang sengaja ditujukan kepada Drugeon dan kelompok Khorasan.
"Ini akan memiliki dampak yang signifikan," ujar seorang pejabat yang identitasnya tidak mau disebutkan. Menurutnya, Drugeon adalah sosok yang susah ditangkap dan menjadi otak di balik serangan bom rakitan khas kelompok Al-Qaida. "Kelompok Khorasan sengaja dibentuk untuk memfokuskan serangan di negara-negara barat," ujarnya lagi.
AS pertama kali mengincar Drugeon pada Nuvember 2014 dan percaya ia telah tewas dalam serangkaian serangan yang menghancurkan basis pertemuan kelompok Khorasan, pabrik pembuat bom, dan fasilitas latihan. Namun hal itu terbantahkan setelah sebuah postingan di Twitter menunjukkan Drugeon selamat dari serangan tersebut. Kendati begitu, ia tidak bisa pergi dari Aleppo.
Menurut Counter Ekstrimisme Project, Drugeon masuk Islam pada usia 13 tahun dan kemudian belajar studi Arab dan Islam di Mesir. Pada tahun 2010 ia pergi ke Pakistan dimana ia dilatih untuk jihad dan mengembangkan keahlian merangkai bomnya.
Seperti dikutip dari laman VOA, Sabtu (12/9/2015), David Drugeon, anggota kelompok Khorasan diduga telah tewas akibat serangan yang dilakukan oleh pasukan koalisi di Suriah pada bulan Juli lalu. Serangan tersebut memang sengaja ditujukan kepada Drugeon dan kelompok Khorasan.
"Ini akan memiliki dampak yang signifikan," ujar seorang pejabat yang identitasnya tidak mau disebutkan. Menurutnya, Drugeon adalah sosok yang susah ditangkap dan menjadi otak di balik serangan bom rakitan khas kelompok Al-Qaida. "Kelompok Khorasan sengaja dibentuk untuk memfokuskan serangan di negara-negara barat," ujarnya lagi.
AS pertama kali mengincar Drugeon pada Nuvember 2014 dan percaya ia telah tewas dalam serangkaian serangan yang menghancurkan basis pertemuan kelompok Khorasan, pabrik pembuat bom, dan fasilitas latihan. Namun hal itu terbantahkan setelah sebuah postingan di Twitter menunjukkan Drugeon selamat dari serangan tersebut. Kendati begitu, ia tidak bisa pergi dari Aleppo.
Menurut Counter Ekstrimisme Project, Drugeon masuk Islam pada usia 13 tahun dan kemudian belajar studi Arab dan Islam di Mesir. Pada tahun 2010 ia pergi ke Pakistan dimana ia dilatih untuk jihad dan mengembangkan keahlian merangkai bomnya.
(esn)