Sempat Sembunyi di Bangladesh, Tersangka Bom Bangkok Terbang ke China
Jum'at, 11 September 2015 - 15:46 WIB
Sempat Sembunyi di Bangladesh, Tersangka Bom Bangkok Terbang ke China
A
A
A
BANGKOK - Pihak kepolisian Thailand mendapatkan petunjuk mengenai sosok tersangka utama bom Bangkok. Dalam pernyataan terbarunya, pihak kepolisian Thailand menyatakan bahwa tersangka di ketahui terbang ke China melalui Bangladesh dua minggu yang lalu.
Kepolisian Thailand meyakini jika tersangka utama bom Bangkok langsung melarikan diri setelah malam peristiwa itu terjadi dan bersembunyi selama dua minggu di Bangladesh sebelum akhirnya terbang ke Beijing dari Dhaka pada tanggal 30 Agustus.
Kabar ini pun dikonfirmasi oleh pihak kepolisian Bangladesh. "Kami memeriksa namanya, tanggal kedatangan dan nomor paspor dengan departemen imigrasi. Kami menemukan bahwa dugaan itu benar dan tersangka meninggalkan bandara ke Beijing," kata Inspektur Jenderal Polisi Bangladesh, Shahidul Hoque, seperti dilansir dari Reuters, Jumat (11/9/2015).
Menurut Hoque, nama yang tertera dalam paspor itu adalah Abu Dustar Abdulrahman, sembari menambahkan jika anak buahnya saat ini sedang mencari hotel tempat tersangka menginap. Terkait keberadaan tersangka di China, Kedutaan Besar maupun Kementerian Luar Negeri China belum mengeluarkan komentar.
Selain itu, pihak kepolisian Thailand juga mengatakan jika pihaknya telah memperluas areal pencarian tersangka hingga ke Malaysia. Inspektur Polisi Thailand, Suchart Teerasawat mengaku ia sempat berada di Malaysia pekan lalu setelah sosok tersangka utama terekam kamera keamanan saat meninggalkan tas ransel berisi bom di Kuil Erawan.
Hal itu dilakukan karena diyakini jika tersangka telah menyebrangi perbatasan selatan Thailand.
"Kami sudah berkoordinasi dengan kepolisian Malaysia," katanya. Namun upaya pencarian tersangka utama di Malaysia ini pada akhirnya berujung pada kegagalan.
Pihak kepolisian Thailand terus mengembangkan penyelidikan terhadap kasus yang menewaskan 20 orang ini. Petunjuk mengenai tersangka utama di dapatkan setelah tersangka yang tertangkap di daerah perbatasan Thailand-Kamboja, Yusufu Mieraili, mengatakan menyerakan tas ransel berisi bom tersebut kepada Abu Dustar Abdulrahman di stasiun di Bangkok.
Kepolisian Thailand meyakini jika tersangka utama bom Bangkok langsung melarikan diri setelah malam peristiwa itu terjadi dan bersembunyi selama dua minggu di Bangladesh sebelum akhirnya terbang ke Beijing dari Dhaka pada tanggal 30 Agustus.
Kabar ini pun dikonfirmasi oleh pihak kepolisian Bangladesh. "Kami memeriksa namanya, tanggal kedatangan dan nomor paspor dengan departemen imigrasi. Kami menemukan bahwa dugaan itu benar dan tersangka meninggalkan bandara ke Beijing," kata Inspektur Jenderal Polisi Bangladesh, Shahidul Hoque, seperti dilansir dari Reuters, Jumat (11/9/2015).
Menurut Hoque, nama yang tertera dalam paspor itu adalah Abu Dustar Abdulrahman, sembari menambahkan jika anak buahnya saat ini sedang mencari hotel tempat tersangka menginap. Terkait keberadaan tersangka di China, Kedutaan Besar maupun Kementerian Luar Negeri China belum mengeluarkan komentar.
Selain itu, pihak kepolisian Thailand juga mengatakan jika pihaknya telah memperluas areal pencarian tersangka hingga ke Malaysia. Inspektur Polisi Thailand, Suchart Teerasawat mengaku ia sempat berada di Malaysia pekan lalu setelah sosok tersangka utama terekam kamera keamanan saat meninggalkan tas ransel berisi bom di Kuil Erawan.
Hal itu dilakukan karena diyakini jika tersangka telah menyebrangi perbatasan selatan Thailand.
"Kami sudah berkoordinasi dengan kepolisian Malaysia," katanya. Namun upaya pencarian tersangka utama di Malaysia ini pada akhirnya berujung pada kegagalan.
Pihak kepolisian Thailand terus mengembangkan penyelidikan terhadap kasus yang menewaskan 20 orang ini. Petunjuk mengenai tersangka utama di dapatkan setelah tersangka yang tertangkap di daerah perbatasan Thailand-Kamboja, Yusufu Mieraili, mengatakan menyerakan tas ransel berisi bom tersebut kepada Abu Dustar Abdulrahman di stasiun di Bangkok.
(esn)