Kapal Mata-mata Rusia Dekati Kapal Minyak AS di Arktik
Selasa, 08 September 2015 - 12:31 WIB
Kapal Mata-mata Rusia Dekati Kapal Minyak AS di Arktik
A
A
A
WASHINGTON - Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) atau Pentagon, menyatakan bahwa kapala mata-mata Rusia mendekati kapal perusahaan minyak AS, Shell Oil Company di Arktik atau Kutub Utara.
Gerakan kapal mata-mata Rusia, Kurily, itu terjadi ketika AS, Rusia dan negara-negara kuat dunia sedang berebut pengaruh di wilayah Arktik yang kaya minyak dan gas alam.
”Kami menyadari Kapal Kurily Rusia berlayar di sekitar (kapal) Nobel Discoverer. Kami mengakui hak-hak semua bangsa berdaulat untuk bebas bernavigasi di perairan internasional,” kata Jeff Davis kepada jaringan CNN, Senin (7/8/2015). (Baca: "Ribut" di Kutub Utara, Babak Baru Seteru AS dan Rusia)
Menurut sumber-sumber di AS, kapal mata-mata Rusia pertama kali terlihat pada hari Minggu. Belum jelas tujuan dari manuver kapal mata-mata Kremlin tersebut. Sedangkan Rusia hingga hari ini (8/9/2015) belum mengkonfirmasi laporan dari Pentagon terkait aksi kapal mata-matanya yang mendekati kapal minyak AS di Kutub Utara.
Wilayah Arktik kini menjadi sorotan dunia, setelah Rusia dan China meletakkan klaim baru atas wilayah Arktik. Rusia bahkan bersiap membangun 10 pangkalan militer era Soviet di Arktik. (Baca juga: Seteru di Arktik, AS Andalkan Mata-mata, Rusia Siapkan Militer)
Sedangkan AS sendiri mengerahkan jaringan mata-mata di Arktik selama 14 bulan terakhir. Selain ketiga negara itu, Kanada, Norwegia dan Denmark juga ikut mengklaim wilayah Kutub Utara.
Gerakan kapal mata-mata Rusia, Kurily, itu terjadi ketika AS, Rusia dan negara-negara kuat dunia sedang berebut pengaruh di wilayah Arktik yang kaya minyak dan gas alam.
”Kami menyadari Kapal Kurily Rusia berlayar di sekitar (kapal) Nobel Discoverer. Kami mengakui hak-hak semua bangsa berdaulat untuk bebas bernavigasi di perairan internasional,” kata Jeff Davis kepada jaringan CNN, Senin (7/8/2015). (Baca: "Ribut" di Kutub Utara, Babak Baru Seteru AS dan Rusia)
Menurut sumber-sumber di AS, kapal mata-mata Rusia pertama kali terlihat pada hari Minggu. Belum jelas tujuan dari manuver kapal mata-mata Kremlin tersebut. Sedangkan Rusia hingga hari ini (8/9/2015) belum mengkonfirmasi laporan dari Pentagon terkait aksi kapal mata-matanya yang mendekati kapal minyak AS di Kutub Utara.
Wilayah Arktik kini menjadi sorotan dunia, setelah Rusia dan China meletakkan klaim baru atas wilayah Arktik. Rusia bahkan bersiap membangun 10 pangkalan militer era Soviet di Arktik. (Baca juga: Seteru di Arktik, AS Andalkan Mata-mata, Rusia Siapkan Militer)
Sedangkan AS sendiri mengerahkan jaringan mata-mata di Arktik selama 14 bulan terakhir. Selain ketiga negara itu, Kanada, Norwegia dan Denmark juga ikut mengklaim wilayah Kutub Utara.
(mas)