Kapal Migran RI Karam, Mabes Polri Kirim Tim DVI ke Malaysia
Senin, 07 September 2015 - 17:57 WIB
Kapal Migran RI Karam, Mabes Polri Kirim Tim DVI ke Malaysia
A
A
A
JAKARTA - Mabes Polri akan memberangkatkan tim Disaster Victim Identification (DVI) ke lokasi karamnya kapal migran Indonesia di lepas pantai Malaysia.
Rencananya, tim akan diberangkatkan sore hari ini dengan rincian; dua dokter spesialis forensik, satu dokter gigi forensik, satu ahli DNA dan dua ahli sidik jari dari INAFIS.
"Operasi yang dilakukan, operasi gabungan Kementerian Luar Negeri dan polisi untuk membantu warga negara Indonesia yang jadi korban," kata Direktur Eksekutif DVI, Kombes Anton Castilani, di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (7/9/2015). (Baca: Korban Tewas Tragedi Kapal Migran RI di Malaysia Tembus 61 Jiwa)
Selain itu, kepolisian bersama Kementerian Luar Negeri juga akan mengumpulkan antemortem dari pihak keluarga penumpang guna mengidentifikasi korban yang meninggal dunia."Data antemortem harus dikumpulkan dari pihak keluarga," terangnya.
Anton melanjutkan, korban yang didapati meninggal dunia saat ini ditempatkan di tiga rumah sakit. Yakni, Rumah Sakit Ipoh, Rumah Sakit Sabak Bernam dan Rumah Sakit Intan."Akan dilakukan proses identifikasi bagi korban meninggal dunia," katanya.Sementara itu, dari tim SAR Malaysia hari ini menyampaikan bahwa, korban tewas dalam tragedi karamnya kapal migran Indonesia bertambah menjadi 61 jiwa. Tim SAR Malaysia menduga korban selamat dalam tragedi itu hanya 20 orang.
Rencananya, tim akan diberangkatkan sore hari ini dengan rincian; dua dokter spesialis forensik, satu dokter gigi forensik, satu ahli DNA dan dua ahli sidik jari dari INAFIS.
"Operasi yang dilakukan, operasi gabungan Kementerian Luar Negeri dan polisi untuk membantu warga negara Indonesia yang jadi korban," kata Direktur Eksekutif DVI, Kombes Anton Castilani, di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (7/9/2015). (Baca: Korban Tewas Tragedi Kapal Migran RI di Malaysia Tembus 61 Jiwa)
Selain itu, kepolisian bersama Kementerian Luar Negeri juga akan mengumpulkan antemortem dari pihak keluarga penumpang guna mengidentifikasi korban yang meninggal dunia."Data antemortem harus dikumpulkan dari pihak keluarga," terangnya.
Anton melanjutkan, korban yang didapati meninggal dunia saat ini ditempatkan di tiga rumah sakit. Yakni, Rumah Sakit Ipoh, Rumah Sakit Sabak Bernam dan Rumah Sakit Intan."Akan dilakukan proses identifikasi bagi korban meninggal dunia," katanya.Sementara itu, dari tim SAR Malaysia hari ini menyampaikan bahwa, korban tewas dalam tragedi karamnya kapal migran Indonesia bertambah menjadi 61 jiwa. Tim SAR Malaysia menduga korban selamat dalam tragedi itu hanya 20 orang.
(mas)