Booking Hotel Termewah AS, Raja Saudi Cuek Derita Pengungsi Suriah

Sabtu, 05 September 2015 - 08:55 WIB
Booking Hotel Termewah...
Booking Hotel Termewah AS, Raja Saudi Cuek Derita Pengungsi Suriah
A A A
WASHINGTON - Raja kaya raya Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz kembali membuat kontoversi setelah mem-booking hotel termewah dan termahal saat lawatan ke Amerika Serikat (AS). Namun, Raja Salman diam atas penderitaan pengungsi Suriah yang sedang jadi sorotan dunia.

Banyak media Barat mengulas lawatan mewah Raja Salman. Bahkan, calon presiden AS, Donald Trump, yang selalu sesumbar orang kaya di AS dianggap tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan Raja Salman.

Salman mendarat di Washington, AS, pada Kamis waktu setempat. Menurut laporan Politico, rombongan Raja Saudi mem-booking seluruh kamar hotel Four Seasons di Georgetown, salah satu hotel termewah dan termahal di Ibu Kota AS.

Saksi mata mengatakan kepada Politico bahwa, karpet merah digelar di lorong-lorong dan furnitur berlapis emas dipajang khusus untuk menyambut Raja Salman di hotel itu.”Cermin emas, tabel emas dan lampu emas disiapkan sebelum kunjungan Raja Saudi,” tulis media AS itu, mengutip keterangan saksi mata di hotel Four Seasons.

Masih menurut laporan Politico, tamu-tamu lain yang telah memesan kamar hotel itu terpaksa dipindahkan ke hotel lain. Sementara itu, petugas hotel ketika dikonfirmasi FoxNews, menjawab;”Saya tidak bisa mengkonfirmasi atau menyangkal bahwa informasi benar atau tidak.”

Lawatan Raja Salman ke AS untuk berbicara dengan Presiden Barack Obama. Pembicaraan kedua pemimpin itu berlangsung Jumat waktu AS, untuk membahas kesepakatan nuklir Iran dan pengaruhnya terhadap wilayah Timur Tengah.

Sementara itu, Amnesty International, mengkritik keras enam negara kaya di Teluk, termasuk di dalamnya Arab Saudi, yang diam atas penderitaan pengungsi Suriah.”Enam negara Teluk; Qatar, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Kuwait, Oman dan Bahrain, menawarkan nol tempat pemukiman untuk pengungsi Suriah,” kecam Kenneth Roth, direktur eksekutif Human Rights Watch, seperti dikutip Washington Post, Sabtu (5/9/2015).

Kecaman itu muncul setelah pengungsi cilik Suriah, Aylan Kurdi yang baru berumur tiga tahun tewas terdampar di lepas pantai Turki. Bocah kecil yang menuai empati masyarakat dunia itu, sedianya hendak mengungsi ke Yunani, Eropa, bersama keluarga dan rombongan lain asal Suriah. Tapi, tragisnya perahu yang mereka tumpangi terbalik.
(mas)
Berita Terkait
Awal Mula Arab Saudi...
Awal Mula Arab Saudi Menjadi Sekutu Amerika Serikat
Bos CIA: AS Dibutakan...
Bos CIA: AS Dibutakan Kesepakatan Arab Saudi dan Iran
Inilah Alasan Mengapa...
Inilah Alasan Mengapa Banyak Pangeran Arab Kuliah di Amerika Serikat
Suriah Diterima Kembali...
Suriah Diterima Kembali ke Liga Arab, Amerika Serikat Kesal
Arab Saudi Gelontorkan...
Arab Saudi Gelontorkan Rp104 Triliun, Rekonstruksi Suriah yang Hancur Akibat Perang
Trump dan Presiden Suriah...
Trump dan Presiden Suriah akan Bertemu di Arab Saudi
Berita Terkini
Pentagon Mengungkap...
Pentagon Mengungkap Kumpulan Data UFO Baru, Apakah Banyak Kejutan?
1 jam yang lalu
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
2 jam yang lalu
Jenazah Ayatollah Khamenei...
Jenazah Ayatollah Khamenei Akan Dimakamkan pada 9 Juli
6 jam yang lalu
PM Pakistan: Perjanjian...
PM Pakistan: Perjanjian Damai Iran dan AS Terwujud dalam 24 Jam Mendatang
7 jam yang lalu
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
8 jam yang lalu
Pasukan Elite AS Siapkan...
Pasukan Elite AS Siapkan Skenario Caplok Uranium Iran, tapi Kenapa Tidak Dilaksanakan?
9 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved