AS Siapkan Sanksi Baru untuk Rusia, 39 Orang Dibidik
Rabu, 02 September 2015 - 18:23 WIB
AS Siapkan Sanksi Baru untuk Rusia, 39 Orang Dibidik
A
A
A
MOSKOW - Pemerintah Amerika Serikat (AS) menyiapkan sanksi baru untuk Rusia, di mana 39 orang Rusia masuk dalam daftar yang dibidik sanksi AS. Departemen Perdagangan AS menyatakan, sanksi baru terhadap orang-orang penting di Rusia itu terkait konflik Ukraina.
Kantor berita Rusia, Itar-Tass, pada Rabu (2/9/2015) melaporkan bahwa 39 orang di bawah 33 entri telah dimasukkan dalam daftar yang akan terkena sanksi baru AS. Daftar itu telah diterbitkan hari ini.
Puluhan entri itu termasuk entitas dari Rusia, Ukraina, Crimea, Rumania, Finlandia, Siprus, Swiss dan Inggris. Perbedaan antara jumlah orang dan jumlah entri terjadi, karena satu orang terdaftar di tiga lokasi dan dua lainnya terdaftar di dua lokasi.
“Biro Perindustridan dan Keamanan Departemen Perdagangan AS mengambil tindakan ini, untuk memastikan kemanjuran sanksi yang ada di Federasi Rusia,” bunyi pengumuman departemen itu.
Wall Street Journal melaporkan bahwa hampir 200 orang Rusia, tokoh separatis pro-Rusia di Ukraina timur dan perusahaan yang memiliki keterkaitan dengan Rusia telah jadi target sanksi AS dan Uni Eropa sejak krisis Ukraina memanas. Tujuan penjatuhan sanksi itu agar Rusia menggunakan pengaruhnya untuk menekan separatis di Ukraina timur untuk menjalankan gencatan senjata sesuai perjanjian damai yang disepakati di Minsk.
Meskipun sanksi AS selama ini tidak mempengaruhi Presiden Rusia, Vladimir Putin, namun menteri utamanya, Valentina Matviyenko tidak diizinkan untuk menghadiri forum di New York karena terkena pembatasan visa.
Kantor berita Rusia, Itar-Tass, pada Rabu (2/9/2015) melaporkan bahwa 39 orang di bawah 33 entri telah dimasukkan dalam daftar yang akan terkena sanksi baru AS. Daftar itu telah diterbitkan hari ini.
Puluhan entri itu termasuk entitas dari Rusia, Ukraina, Crimea, Rumania, Finlandia, Siprus, Swiss dan Inggris. Perbedaan antara jumlah orang dan jumlah entri terjadi, karena satu orang terdaftar di tiga lokasi dan dua lainnya terdaftar di dua lokasi.
“Biro Perindustridan dan Keamanan Departemen Perdagangan AS mengambil tindakan ini, untuk memastikan kemanjuran sanksi yang ada di Federasi Rusia,” bunyi pengumuman departemen itu.
Wall Street Journal melaporkan bahwa hampir 200 orang Rusia, tokoh separatis pro-Rusia di Ukraina timur dan perusahaan yang memiliki keterkaitan dengan Rusia telah jadi target sanksi AS dan Uni Eropa sejak krisis Ukraina memanas. Tujuan penjatuhan sanksi itu agar Rusia menggunakan pengaruhnya untuk menekan separatis di Ukraina timur untuk menjalankan gencatan senjata sesuai perjanjian damai yang disepakati di Minsk.
Meskipun sanksi AS selama ini tidak mempengaruhi Presiden Rusia, Vladimir Putin, namun menteri utamanya, Valentina Matviyenko tidak diizinkan untuk menghadiri forum di New York karena terkena pembatasan visa.
(mas)