Latihan Perang, ISIS Gunakan Senapan Serbu M16 Buatan AS
Rabu, 02 September 2015 - 09:54 WIB
Latihan Perang, ISIS Gunakan Senapan Serbu M16 Buatan AS
A
A
A
WASHINGTON - ISIS merilis video latihan perang yang melibatkan lebih dari selusin militan yang mengunakan senapan serbu M16 buatan Amerika Serikat (AS). Video yang dirilis Selasa kemarin, kelompok radikal di Timur Tengah itu tidak lagi menggunakan senapan AK-47.
Berbagai senapan serbu M16 itu diduga kuat berasal dari AS yang sedianya dipasok untuk tentara Irak. Namun, AS salah kirim dan jatuh ke tangan militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).
Dugaan itu sinkron dengan pengakuan Perdana Menteri Irak, Haider al-Abadi, pada bulan Juni 2015 lalu, di mana Irak telah kehilangan banyak kendaraan dan peralatan militer buatan AS. Belum lama inni, sebanyak 2.300 kendaraan Humvee milik Irak telah direbut ISIS.
”Perlu dicatat bahwa penggunaan senapan Amerika oleh militan ISIS jarang dan hanya terlihat di Irak,” kata pihak perusahaan konsultan keamanan AS, Flashpoint, kepada NBC News. ”Senapan ini kemungkinan besar ditinggalkan oleh pasukan AS atau direbut (ISIS) dari tentara Irak,” lanjut pihak perusahaan itu.
Ini bukan pertama kalinya militan ISIS mendapatkan pasokan senjata AS. Tahun lalu, kelompok ini juga merilis video, di mana mereka mencegat pasokan bantuan AS melalui udara yang ditujukan untuk pasukan Kurdi. Pasokan bantuan AS itu meliputi bantuan medis, amunisi, dan senjata.
”Ini adalah bom bahwa pasukan AS menjatuhkannya untuk diberikan kepada pihak Kurdi,” kata seorang militan ISIS dalam sebuah video.
Juru bicara Pentagon, Laksamana John Kirby, seperti dikutip Sputnik, semalam (1/9/2015), mengatakan kepada wartawan bahwa keaslian video ISIS itu belum bisa diverifikasi.”Kami sangat yakin bahwa sebagian besar dari bantuan (senjata AS) itu berakhir di tangan yang tepat,” ujar Kirby mengecilkan dugaan senjata mematikan AS jatuh ke tangan ISIS.
Berbagai senapan serbu M16 itu diduga kuat berasal dari AS yang sedianya dipasok untuk tentara Irak. Namun, AS salah kirim dan jatuh ke tangan militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).
Dugaan itu sinkron dengan pengakuan Perdana Menteri Irak, Haider al-Abadi, pada bulan Juni 2015 lalu, di mana Irak telah kehilangan banyak kendaraan dan peralatan militer buatan AS. Belum lama inni, sebanyak 2.300 kendaraan Humvee milik Irak telah direbut ISIS.
”Perlu dicatat bahwa penggunaan senapan Amerika oleh militan ISIS jarang dan hanya terlihat di Irak,” kata pihak perusahaan konsultan keamanan AS, Flashpoint, kepada NBC News. ”Senapan ini kemungkinan besar ditinggalkan oleh pasukan AS atau direbut (ISIS) dari tentara Irak,” lanjut pihak perusahaan itu.
Ini bukan pertama kalinya militan ISIS mendapatkan pasokan senjata AS. Tahun lalu, kelompok ini juga merilis video, di mana mereka mencegat pasokan bantuan AS melalui udara yang ditujukan untuk pasukan Kurdi. Pasokan bantuan AS itu meliputi bantuan medis, amunisi, dan senjata.
”Ini adalah bom bahwa pasukan AS menjatuhkannya untuk diberikan kepada pihak Kurdi,” kata seorang militan ISIS dalam sebuah video.
Juru bicara Pentagon, Laksamana John Kirby, seperti dikutip Sputnik, semalam (1/9/2015), mengatakan kepada wartawan bahwa keaslian video ISIS itu belum bisa diverifikasi.”Kami sangat yakin bahwa sebagian besar dari bantuan (senjata AS) itu berakhir di tangan yang tepat,” ujar Kirby mengecilkan dugaan senjata mematikan AS jatuh ke tangan ISIS.
(mas)