Kurdi Tuduh ISIS Kembali Gunakan Senjata Kimia
Rabu, 02 September 2015 - 07:05 WIB
Kurdi Tuduh ISIS Kembali Gunakan Senjata Kimia
A
A
A
ERBIL - Pemerintah Kurdi menyatakan, roket yang ditembakkan ISIS ke pasukan Peshmerga Kurdi di Irak Utara mengandung zat kimia. Pernyataan Pemerintah Kurdi ini menjadi penegas kian meningkatnya penggunaan senjata kimia oleh ISIS.
Seperti dikutip dari Reuters, Selasa (1/9/2015), Dewan Keamanan Daerah Kurdistan (KRSC) mengatakan, serangan itu terjadi di sepanjang front utara Mosul pada 31 Agustus. Akibat serangan senjata kimia ini, seorang pejuang Peshmerga harus menjalani perawatan di rumah sakit.
Menurut KRSC, roket itu mengeluarkan asap kuning. Sampel yang diambil dari serangan di wilayah lain pada awal tahun ini membuktikan kalau asap itu mengandung klorin. Hingga kini setidaknya ada dua insiden lain yang sedang diselidiki.
"Ini adalah salah satu bukti peningkatan jumlah serangan dalam beberapa bulan terakhir, yang diduga mengandung bahan kimia. Kami sangat prihatin dengan eskalasi dan metode serangan ini," kata KRSC dalam sebuah pernyataan.
“KRSC mendesak Koalisi Internasional untuk menyediakan peralatan pelindung untuk pasukan Peshmerga," lanjut pernyataan itu yang mengacu pada kekuatan asing, koalisi pimpinan Amerika Serikat yang mendukung perang melawan ISIS.
Organisasi untuk Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) yang berbasis di Den Haag telah menyatakan keprihatinannya tentang dugaan penggunaan senjata kimia di wilayah itu. Menurut OPCW, Pemerintah Irak Dewan Keamanan PBB harus mengajukan permintaan jika menginginkan OPCW menyelidiki penggunaan senjata kimia di wilayah tersebut.
Seperti dikutip dari Reuters, Selasa (1/9/2015), Dewan Keamanan Daerah Kurdistan (KRSC) mengatakan, serangan itu terjadi di sepanjang front utara Mosul pada 31 Agustus. Akibat serangan senjata kimia ini, seorang pejuang Peshmerga harus menjalani perawatan di rumah sakit.
Menurut KRSC, roket itu mengeluarkan asap kuning. Sampel yang diambil dari serangan di wilayah lain pada awal tahun ini membuktikan kalau asap itu mengandung klorin. Hingga kini setidaknya ada dua insiden lain yang sedang diselidiki.
"Ini adalah salah satu bukti peningkatan jumlah serangan dalam beberapa bulan terakhir, yang diduga mengandung bahan kimia. Kami sangat prihatin dengan eskalasi dan metode serangan ini," kata KRSC dalam sebuah pernyataan.
“KRSC mendesak Koalisi Internasional untuk menyediakan peralatan pelindung untuk pasukan Peshmerga," lanjut pernyataan itu yang mengacu pada kekuatan asing, koalisi pimpinan Amerika Serikat yang mendukung perang melawan ISIS.
Organisasi untuk Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) yang berbasis di Den Haag telah menyatakan keprihatinannya tentang dugaan penggunaan senjata kimia di wilayah itu. Menurut OPCW, Pemerintah Irak Dewan Keamanan PBB harus mengajukan permintaan jika menginginkan OPCW menyelidiki penggunaan senjata kimia di wilayah tersebut.
(esn)