Ratusan Pensiunan Jenderal: Kesepakatan Nuklir Iran Ancaman AS
Kamis, 27 Agustus 2015 - 16:46 WIB
Ratusan Pensiunan Jenderal: Kesepakatan Nuklir Iran Ancaman AS
A
A
A
WASHINGTON - Ratusan pensiunan jenderal dan laksamana Amerika Serikat (AS) menulis surat kepada Kongres AS untuk menolak kesepakatan nuklir Iran. Ratusan pensiunan jenderal itu menyebu kesepakatan nuklir Iran itu sebagai ancaman bagi keamanan nasional AS.
Sebelum ini, 29 ilmuwan terkemuka dalam sebuah surat memuji kesepakatan nuklir antara Iran dan enam negara kekuatan dunia. ”(Kesepakatan itu) akan memberikan jaminan yang diperlukan dalam satu dekade mendatang atau lebih bahwa Iran tidak mengembangkan senjata nuklir,” bunyi surat para ilmuwan itu.
Sedangkan surat dari ratusan pensiunan jenderal AS tersebut menunjukan respons yang berbeda atas kesepakatan nuklir Iran.
”Perjanjian akan memungkinkan Iran untuk menjadi jauh lebih berbahaya, menjadikan Timur Tengah lebih tidak stabil dan memperkenalkan ancaman baru bagi kepentingan Amerika serta sekutu kami,” bunyi surat sekitar 200 pensiunan jenderal dan laksamana AS yang dikutip Washington Post.
Salah satu pensiunan jenderal yang menentang kesepakatan nuklir Iran adalah pensiunan Letnan Jenderal William G. "Jerry" Boykin. Dia adalah Wakil Kepala Pertahanan untuk Intelijen di bawah Presiden George W. Bush.
Namun tidak semua pensiunan militer AS mendukung surat penentangan kesepakatan nuklir tersebut. Pensiunan Laksamana AS, Leon A. "Bud" Edney, yang pernah menjabat sebagai Wakil Kepala Operasi Angkatan Laut AS, mengkritik surat yang ditujukan pada Kongres AS tersebut.
”Saya melihat surat mereka terbitkan, dan saya berpikir itu sangat lemah," kata Edney. ”Saya hanya tidak setuju dengan hal itu,” katanya, yang dilansir Kamis (27/8/2015). Kongres AS selama ini juga didesak Israel untuk menolak kesepakatan nuklir Iran.
Sebelum ini, 29 ilmuwan terkemuka dalam sebuah surat memuji kesepakatan nuklir antara Iran dan enam negara kekuatan dunia. ”(Kesepakatan itu) akan memberikan jaminan yang diperlukan dalam satu dekade mendatang atau lebih bahwa Iran tidak mengembangkan senjata nuklir,” bunyi surat para ilmuwan itu.
Sedangkan surat dari ratusan pensiunan jenderal AS tersebut menunjukan respons yang berbeda atas kesepakatan nuklir Iran.
”Perjanjian akan memungkinkan Iran untuk menjadi jauh lebih berbahaya, menjadikan Timur Tengah lebih tidak stabil dan memperkenalkan ancaman baru bagi kepentingan Amerika serta sekutu kami,” bunyi surat sekitar 200 pensiunan jenderal dan laksamana AS yang dikutip Washington Post.
Salah satu pensiunan jenderal yang menentang kesepakatan nuklir Iran adalah pensiunan Letnan Jenderal William G. "Jerry" Boykin. Dia adalah Wakil Kepala Pertahanan untuk Intelijen di bawah Presiden George W. Bush.
Namun tidak semua pensiunan militer AS mendukung surat penentangan kesepakatan nuklir tersebut. Pensiunan Laksamana AS, Leon A. "Bud" Edney, yang pernah menjabat sebagai Wakil Kepala Operasi Angkatan Laut AS, mengkritik surat yang ditujukan pada Kongres AS tersebut.
”Saya melihat surat mereka terbitkan, dan saya berpikir itu sangat lemah," kata Edney. ”Saya hanya tidak setuju dengan hal itu,” katanya, yang dilansir Kamis (27/8/2015). Kongres AS selama ini juga didesak Israel untuk menolak kesepakatan nuklir Iran.
(mas)