IAEA Minta Bantuan Dana untuk Awasi Nuklir Iran
Selasa, 25 Agustus 2015 - 19:05 WIB
IAEA Minta Bantuan Dana untuk Awasi Nuklir Iran
A
A
A
VIENNA - Badan pengawas nuklir PBB, IAEA, meminta negara-negara anggotanya untuk memberikan bantuan dana tugas mengawasi program nuklir Iran agar bisa berjalan sebagaimana mestinya.
Menurut Ketua IAEA, Yukiya Amano, dana yang dimiliki oleh lembaga yang dipimpinnya akan habis pada bulan depan. Selama ini, dalam menjalankan tugasnya, IAEA mendapatkan bantuan dana melalui kontribusi dari para negara anggotanya, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (25/8/2015).
Amano mengatakan, IAEA membutuhkan dana untuk menjalankan tugasnya mengawasi proyek nuklir Iran. Dana yang ada saat ini yaitu 800.000 Euro (USD 924.000) akan habis pada akhir bulan depan. IAEA membutuhkan dana tambahan sebesar 160.000 Euro per bulan hingga awal tahun depan sebagai implementasi dari kesepakatan 14 Juli.
Setelah resmi dilakukan, IAEA akan membutuhkan dana tahunan sebesar 9,2 juta Euro. Amano menyatakan, ia harus membahas masalah ini untuk dimasukan dalam pendanaan reguler pengawasan dan verifikasi perjanjian nuklir Iran yang diperkirakan mencapai 350 juta Euro pada tahun lalu.
Menurut Ketua IAEA, Yukiya Amano, dana yang dimiliki oleh lembaga yang dipimpinnya akan habis pada bulan depan. Selama ini, dalam menjalankan tugasnya, IAEA mendapatkan bantuan dana melalui kontribusi dari para negara anggotanya, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (25/8/2015).
Amano mengatakan, IAEA membutuhkan dana untuk menjalankan tugasnya mengawasi proyek nuklir Iran. Dana yang ada saat ini yaitu 800.000 Euro (USD 924.000) akan habis pada akhir bulan depan. IAEA membutuhkan dana tambahan sebesar 160.000 Euro per bulan hingga awal tahun depan sebagai implementasi dari kesepakatan 14 Juli.
Setelah resmi dilakukan, IAEA akan membutuhkan dana tahunan sebesar 9,2 juta Euro. Amano menyatakan, ia harus membahas masalah ini untuk dimasukan dalam pendanaan reguler pengawasan dan verifikasi perjanjian nuklir Iran yang diperkirakan mencapai 350 juta Euro pada tahun lalu.
(esn)