Selesaikan Konflik Suriah, Inggris Butuh Bantuan Iran dan Rusia
Senin, 24 Agustus 2015 - 21:56 WIB
Selesaikan Konflik Suriah, Inggris Butuh Bantuan Iran dan Rusia
A
A
A
TEHERAN - Menteri Luar Negeri Inggris Philip Hammond mengatakan, pihaknya membutuhkan Iran dan Rusia untuk bisa membantu menyelesaikan konflik di Suriah. Ini dikarenakan kedua negara adalah mitra utama Suriah di bawah pimpinan Bashar al-Assad.
"Inggris harus bekerja bersama Rusia dan Iran dalam mencari solusi guna mengakhiri konflik Suriah," kata Hammond dalam sebuah pernyataan, paska melakukan pertemuan dengan Presiden Iran Hassan Rouhani di Teheran.
Inggris memang sangat membutuhkan kedua negara tersebut yang memiliki koneksi langsung dengan Assad. Dengan bantuan Iran dan Assad, diharapkan upaya penyelesaian konflik secara damai di Suriah dapat berlangsung lebih lancar.
Sementara itu, seperi dilansir Russia Today pada Senin (24/8/2015), Hammond sendiri berada di Teheran untuk membuka kembali Kedutaan Inggris di sana, dan melakukan pertemuan dengan beberapa pejabat tinggi Teheran, termasuk di dalamnya Rouhani dan Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif.
Mengenai hubungan Iran dan Inggris, Hammond mengatakan, pihaknya akan sangat berhati-hati dalam membina hubungan yang mulai membaik tersebut. Dirinya menyebut, masa lalu kedua negara yang membuat Inggris harus tetap berhati-hati dalam menjalin hubungan dengan Iran.
"Inggris harus bekerja bersama Rusia dan Iran dalam mencari solusi guna mengakhiri konflik Suriah," kata Hammond dalam sebuah pernyataan, paska melakukan pertemuan dengan Presiden Iran Hassan Rouhani di Teheran.
Inggris memang sangat membutuhkan kedua negara tersebut yang memiliki koneksi langsung dengan Assad. Dengan bantuan Iran dan Assad, diharapkan upaya penyelesaian konflik secara damai di Suriah dapat berlangsung lebih lancar.
Sementara itu, seperi dilansir Russia Today pada Senin (24/8/2015), Hammond sendiri berada di Teheran untuk membuka kembali Kedutaan Inggris di sana, dan melakukan pertemuan dengan beberapa pejabat tinggi Teheran, termasuk di dalamnya Rouhani dan Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif.
Mengenai hubungan Iran dan Inggris, Hammond mengatakan, pihaknya akan sangat berhati-hati dalam membina hubungan yang mulai membaik tersebut. Dirinya menyebut, masa lalu kedua negara yang membuat Inggris harus tetap berhati-hati dalam menjalin hubungan dengan Iran.
(esn)