Ubah UU, PBB Ingatkan Israel Soal HAM

Kamis, 20 Agustus 2015 - 19:51 WIB
Ubah UU, PBB Ingatkan...
Ubah UU, PBB Ingatkan Israel Soal HAM
A A A
NEW YORK - Keputusan Israel untuk mengubah undang-undang terkait aksi pelemparan batu yang kerap dilakukan oleh penduduk Palestina dan memaksa makan tahanan yang mogok makan mendapat perhatian serius dari PBB. PBB menilai, perubahan undang-undang itu hanya akan mengancam dan memperburuk masalah HAM bagi negara zionis itu.

Kepala urusan politik PBB, Jeffrey Feltman, juga mengatakan, Dewan Keamanan PBB merasa prihatin dengan keputusan Israel untuk memperpanjang penggunaan sanksi administratif dan menyerukan agar semua tahanan di bebaskan.

Sebelumnya, sidang kabinet Israel pada awal Agustus lalu memperpanjang apa yang disebut dengan sanksi administratif. Sanksi ini hanya diterapkan kepada kelompok militan Palestina dan mengundang kecaman dari dunia internasional.

Undang-undang ini juga gagal mengekang serangan dari kelompok ultra nasionalis Yahudi yang berujung pada peristiwa pembakaran rumah warga Palestina yang menewaskan seorang bayi dan ayahnya.

"Kekerasan ini dimungkinkan karena diciptakan dari lingkungan sebagai hasil dari kebijakan panjang Israel terhadap pemukiman ilegal," kata Feltman seperti dikutip dari Arab News, Kamis (20/8/2015).

Selain itu, Parlemen Israel juga memberlakukan hukuman berat hingga 20 tahun penjara bagi mereka yang diketahui melempari kendaraan dan jalan-jalan di Israel dan pemaksaan untuk makan bagi tahanan yang mogok makan.

"Sikap hati-hati harus dikedepankan untuk menangani masalah Hak Asasi Manusia yang menjadi penyebab para tahanan melakukan protes seekstrim itu, termasuk penahanan administratif berkepanjangan," katanya lagi.

Dia mengatakan, undang-undang pelemparan batu akan memberi efek yang disproporsional. Amerika Serikat (AS) sebelumnya telah mencoba mensponsori pembicaraan damai namun terhenti sejak April 2014. Alhasil, kekerasan terus meningkat. Perang di Jalur Gaza pada tahun lalu menewaskan lebih dari 2.100 warga Palestina yang kebanyakan warga sipil dan 67 tentara dan enam warga sipil Israel tewas.

"Risiko tingginya eskalasi di Israel dan Palestina dapat dilihat secara gamblang. Dalam beberapa bulan terakhir, kita telah menyaksikan kejahatan yang didasari oleh kebencian oleh kelompok ekstrimis, kekerasan balasan yang tercela, provokasi di tempat-tempat suci Yahudi, dan yang mengkhawatirkan peningkatan serangan roket yang diluncurkan dari Gaza ke Israel," tuturnya.
(esn)
Berita Terkait
Serangan Israel Hantam...
Serangan Israel Hantam Masjid di Kota Rafah, Gaza Selatan, 5 Tewas
Serangan Israel Tewaskan...
Serangan Israel Tewaskan 221 Warga Palestina
Respon PBNU Usai 5 Nahdliyin...
Respon PBNU Usai 5 Nahdliyin Temui Presiden Israel, Singgung Pemecatan
60 Warga Palestina yang...
60 Warga Palestina yang Ditahan Israel Mengaku Disiksa
Gempuran Udara Israel...
Gempuran Udara Israel Tewaskan Ribuan Unggas di Jalur Gaza
3 Senjata Israel yang...
3 Senjata Israel yang Dipakai Membunuh Rakyat Palestina
Berita Terkini
Gelombang Panas Ganggu...
Gelombang Panas Ganggu Perayaan Kemerdekaan AS ke-250
39 menit yang lalu
10 Juta Rakyat Iran...
10 Juta Rakyat Iran Hadiri Pemakaman Khamenei, Bendera Merah Dikibarkan
1 jam yang lalu
Houthi Ancam Saudi,...
Houthi Ancam Saudi, Riyadh Janji Beri Respons Keras!
2 jam yang lalu
Siapa Charles Q. Brown...
Siapa Charles Q. Brown Jr? Jenderal AS yang Dipecat Trump Kritik Pemanfaatan Militer untuk Misi Politik
3 jam yang lalu
5 Alasan Pemakaman Ayatollah...
5 Alasan Pemakaman Ayatollah Khamenei Ditunda 4 Bulan, Memperkuat Persatuan dan Revolusioner Iran
4 jam yang lalu
Lebih dari 5.000 Sekolah...
Lebih dari 5.000 Sekolah Buka Pintu bagi Para Peziarah Pemakaman Khamenei
5 jam yang lalu
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved