ISIS Gali Data Pribadi Calon Korban Dari Medsos

Sabtu, 15 Agustus 2015 - 20:28 WIB
ISIS Gali Data Pribadi...
ISIS Gali Data Pribadi Calon Korban Dari Medsos
A A A
WASHINGTON - ISIS merilis lebih dari 1.000 data personal milik anggota militer dan pegawai pemerintahan Amerika Serikat (AS). Mereka yang berada dalam daftar tersebut adalah target pembunuhan yang akan dilakukan oleh kelompok ekstrimis itu.

Menurut seorang ahli, kemungkinan kelompok yang dipimpin oleh Abu Bakar al-Baghdadi itu mengumpulkan data pribadi sang target melalui akun media sosial.

"Besar kemungkinan ISIS menggunakan Linkedln, Facebook, Twitter, YouTube atau salah satu dari sekian banyak media sosial untuk mendapatkan data dan informasi mengenai pegawai pemerintahan AS," ujar pengamat politik Colin P. Clarke seperti dilansir Xinhua, Sabtu (15/8/2015).

"Saya mungkin akan terkejut jika ISIS tidak menggunakan hal itu," tambahnya lagi. Menurut Clarke, hal ini menunjukkan banyak anggota ISIS yang paham akan teknologi, sehingga sangat mudah untuk mendapatkan data tersebut dari sejumlah media sosial yang mungkin begitu berharga bagi mereka, seperti milik badan pemerintah AS.

Sedangkan pihak intelijen cenderung berusaha untuk mengumpulkan data yang sama, terkait siapa anggota ISIS atau calon anggota yang akan direkrut.

"Generasi sekarang "begitu banyak informasi" yang sedikit dirahasiakan. Saya pikir tren ini berlaku di sebagian masyarakat, dan tidak hanya di Amerika Serikat, tetapi secara global. Kita membiarkan semua orang duduk untuk melihat kita," tuturnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, ISIS menyebarkan sekitar 1.400 data personal warga AS dan sekutunya di dunia maya sebagai target pembunuhan. Data itu disebar oleh kelompok yang mengklaim sebagai Divisi Cyber kelompok ekstrims itu.
(esn)
Berita Terkait
Senator Republik: Amerika...
Senator Republik: Amerika Serikat Akan Kembali ke Afghanistan
Mengapa ISIS Tak Pernah...
Mengapa ISIS Tak Pernah Menyerang Israel dan Amerika Serikat?
Bunuh Sandera AS, Dua...
Bunuh Sandera AS, Dua Algojo ISIS Mengaku Tidak Bersalah
Mengapa AS dan Aliansinya...
Mengapa AS dan Aliansinya Gagal Membendung Kebangkitan ISIS di Timur Tengah?
Inggris Kirim Bukti...
Inggris Kirim Bukti Terkait Algojo ISIS 'The Beatles' ke AS
Anggota Grup Jagal ISIS...
Anggota Grup Jagal ISIS Berjuluk The Beatles Akan Diekstradisi ke AS
Berita Terkini
Ironi Kekayaan Raja...
Ironi Kekayaan Raja Thailand Vajiralongkorn Rp778 Triliun: Hampir 3 Kali Anggaran MBG, tapi Pewarisnya Tak Jelas
36 menit yang lalu
Iran Merudal Kuwait...
Iran Merudal Kuwait dan Bahrain, Balas Pengeboman AS di Pulau Qeshm
2 jam yang lalu
Iran Tolak Gagasan Donald...
Iran Tolak Gagasan Donald Trump Bertemu Mojtaba Khamenei
2 jam yang lalu
Permusuhan Memanas,...
Permusuhan Memanas, AS Bombardir Lagi Pulau Qeshm Iran
3 jam yang lalu
PM Inggris: Rusia Akan...
PM Inggris: Rusia Akan Serang NATO 4 Tahun Lagi
3 jam yang lalu
Penasihat Militer Mojtaba...
Penasihat Militer Mojtaba Khamenei: Iran Siap Ubah Israel Jadi Neraka Jika Beirut Diinvasi
3 jam yang lalu
Infografis
5 Fakta Jeffrey Epstein:...
5 Fakta Jeffrey Epstein: dari Guru Tanpa Ijazah hingga Dugaan Agen Mossad
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved