AS, Rusia dan China di Ambang Perang Dunia di Luar Angkasa

Sabtu, 15 Agustus 2015 - 09:21 WIB
AS, Rusia dan China...
AS, Rusia dan China di Ambang Perang Dunia di Luar Angkasa
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS), Rusia dan China di ambang perang dunia. Namun, perang itu tidak akan terjadi di bumi, melainkan di luar angksa.

Tiga negara adidaya terkemuka itu dilaporkan telah mengembangkan, menguji dan menggunakan senjata canggih di luar angkasa sebelum nantinya dikhawatirkan terjadi serangan militer. Jika perang dunia di luar angkasa itu benar-benar pecah, maka itu akan jadi konflik besar pertama di antara negara adidaya yang sudah jadi perdebatan dalam 70 tahun terakhir.

Laman Popular Science menggambarkan potensi perang dunia di luar angkasa itu sebagai “Perang Dingin Baru di Luar Angkasa”. Parahnya, persaingan untuk menguasai semua wilayah luar angkasa itu selama ini tidak ada aturannya.

Jika perang dunia di luar angkasa itu terjadi, penduduk di Bumi akan disuguhi manuver-manuver senjata canggih. Kendati demikian, dampak kerusakan terhadap Bumi diyakini tetap ada meski dalam skala kecil.

China diketahui sudah mengorbitkan modul stasiun ruang angkasa Tiangong 1 dengan kendaraan Shenzhou 8 pada bulan November 2011. Itu menjadi langkah cepat China untuk siaga di ruang angkasanya sendiri dan dapat juga digunakan untuk melakukan serangan.

Menurut Reuters, satelit yang mengorbit Bumi bisa berpotensi memicu perang dunia di luar angkasa. ”Karena bisa jadi senjata prima untuk perang,” tulis media AS itu.

Sedangkan menurut Scientic American, setidaknya ada 1.200 satelit yang mengorbit Bumi untuk berbagai keperluan. Di antaranya, untuk navigasi dan komunikasi. Tapi, kini sedang dipikirkan satelit-satelit itu digunakan untuk mengawasi planet.

Pihak AS tetap bertekad menjadi "raja” kekuatan bersenjata di ruang angkasa. Namun, China dan Rusia tertarik untuk mengklaim wilayah mereka sendiri, dan bekerja untuk menghancurkan satelit AS dan menggantinya dengan satelit mereka sendiri.

Gejala persaingan itu sudah muncul lebih dari setahun silam, setelah Sekretaris Angkatan Udara AS Deborah Lee James, mengakui kesiapan AS dalam persaingan itu.”Kami harus siap,” katanya, seperti dikutip news.com.au, Sabtu (15/8/2015).

”Kita harus mempersiapkan potensi konflik yang mungkin perpanjangan (konflik) dari Bumi ke ruang angkasa,” lanjut James. ”Kita perlu untuk mendapatkan kepala kita di sekitar fakta bahwa ruang angkasa tidak mungkin selalu menjadi tempat yang damai.”
(mas)
Berita Terkait
Alasan BRICS Ditakuti...
Alasan BRICS Ditakuti Amerika Serikat dan Sekutunya
China Blak-blakan Ungkap...
China Blak-blakan Ungkap Tujuan Amerika Serikat di Ukraina
Putin Tegaskan China...
Putin Tegaskan China Segera Mengakhiri Dominasi Amerika Serikat
China: Amerika Serikat...
China: Amerika Serikat Ancaman Nuklir Utama di Dunia!
Giliran Mobil Sejuta...
Giliran Mobil Sejuta Umat Amerika Serikat Disenggol Iran
Amerika Serikat Menentang...
Amerika Serikat Menentang Keras Gencatan Senjata Ukraina dan Rusia
Berita Terkini
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
1 jam yang lalu
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
2 jam yang lalu
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
3 jam yang lalu
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
4 jam yang lalu
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
5 jam yang lalu
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
5 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved