Tentara Korut Jadikan Foto Presiden Korsel Sasaran Tembak
Jum'at, 14 Agustus 2015 - 14:27 WIB
Tentara Korut Jadikan Foto Presiden Korsel Sasaran Tembak
A
A
A
SEOUL - Televisi Korea Utara (Korut) menampilkan tayangan tentara Korut sedang menggunakan foto Presiden Korea Selatan (Korsel) Park Geun-hye sebagai sasaran tembak mereka. Ini diprediksi dapat memperkeruh hubungan kedua negara.
Melansir Itar-tass pada Jumat (14/8/2015), dalam tayangan itu terlihat, sebelum tentara Korut mulai menembaki foto Geun-hye, Komandan pasukan mereka terlebih dahulu meneriakan kata-kata yang berisi kritikan terhadap pemimpin Korsel itu.
Tayangan ini langsung mendapat respon keras dari Kementerian Unifikasi Korea.
Kementerian itu meminta kepada Korut untuk berhenti menyiarkan hal semacam ini. Menurut mereka, hal ini bisa mengganggu proses unifikasi kedua negara.
"Kami mengecam hal tersebut, dan meminta Korut untuk tidak mengulanginya lagi. Tayangan itu merupakan tindakan yang bisa menghasut kebencian," kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan.
Tayangan ini sendiri muncul hanya beberapa hari menjelang diadakannya latihan gabungan antara Amerika Serikat (AS) dan Korsel. Dalam tayangan itu juga disebutkan bahwa Korut akan mengambil langkah tegas jika latihan gabungan itu tetap berlangsung.
Melansir Itar-tass pada Jumat (14/8/2015), dalam tayangan itu terlihat, sebelum tentara Korut mulai menembaki foto Geun-hye, Komandan pasukan mereka terlebih dahulu meneriakan kata-kata yang berisi kritikan terhadap pemimpin Korsel itu.
Tayangan ini langsung mendapat respon keras dari Kementerian Unifikasi Korea.
Kementerian itu meminta kepada Korut untuk berhenti menyiarkan hal semacam ini. Menurut mereka, hal ini bisa mengganggu proses unifikasi kedua negara.
"Kami mengecam hal tersebut, dan meminta Korut untuk tidak mengulanginya lagi. Tayangan itu merupakan tindakan yang bisa menghasut kebencian," kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan.
Tayangan ini sendiri muncul hanya beberapa hari menjelang diadakannya latihan gabungan antara Amerika Serikat (AS) dan Korsel. Dalam tayangan itu juga disebutkan bahwa Korut akan mengambil langkah tegas jika latihan gabungan itu tetap berlangsung.
(esn)