Barisan Mantan Dubes AS untuk Israel Bela Kesepakatan Nuklir Iran
Selasa, 28 Juli 2015 - 11:11 WIB
Barisan Mantan Dubes AS untuk Israel Bela Kesepakatan Nuklir Iran
A
A
A
WASHINGTON - Dukungan terhadap kesepakatan nuklir Iran terus mengalir. Terbaru adalah dukungan dari para mantan Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Israel, serta para pejabat Departemen Luar Negeri AS.
Dukungan yang tertuang dalam sebuah surat yang dikirimkan kepada Kongres AS itu setidaknya ditandatangani oleh tujuh orang, dan lima diantaranya adalah mantan Dubes AS untuk Israel.
Kelima Dubes itu yakni James Cunningham, William Harrop, Daniel Kurtzer, Thomas Pickering dan Edward Walker Jr, secara gamblang menentang sikap yang diperlihatkan oleh Perdana Menteri Israel Banjamin Netanyahu, yang sangat keras menentang kesepakatan nuklir Iran.
"Tidak ada kesepakatan yang dicapai antara beberapa pihak merupakan kesepakatan yang sempurna, atau tanpa resiko sama sekali," bunyi surat tersebut, seperti dilansir Al Arabiya pada Selasa (28/7/2015).
"Kami percaya, bahwa tanpa perjanjian ini, bagaimanapun risiko akan ada ancaman dan resiko yang lebih tinggi untuk AS dan Israel. Kita melihat ada kesalahan fatal dalam seruan untuk menolak perjanjian ini dan kami belum mendengar alternatif yang layak dari orang-orang yang menentang pelaksanaan dari kesepakatan," sambungnya.
Selain kelima mantan Dubes AS untuk Israel, dua pejabat lainnya yang turut menandatangani surat itu adalah mantan Dubes AS untuk NATO R. Nicholas Burns, dan mantan wakil negara untuk urusan keamanan internasional dan wakil kebijakan pertahanan Frank Wisner.
Dukungan yang tertuang dalam sebuah surat yang dikirimkan kepada Kongres AS itu setidaknya ditandatangani oleh tujuh orang, dan lima diantaranya adalah mantan Dubes AS untuk Israel.
Kelima Dubes itu yakni James Cunningham, William Harrop, Daniel Kurtzer, Thomas Pickering dan Edward Walker Jr, secara gamblang menentang sikap yang diperlihatkan oleh Perdana Menteri Israel Banjamin Netanyahu, yang sangat keras menentang kesepakatan nuklir Iran.
"Tidak ada kesepakatan yang dicapai antara beberapa pihak merupakan kesepakatan yang sempurna, atau tanpa resiko sama sekali," bunyi surat tersebut, seperti dilansir Al Arabiya pada Selasa (28/7/2015).
"Kami percaya, bahwa tanpa perjanjian ini, bagaimanapun risiko akan ada ancaman dan resiko yang lebih tinggi untuk AS dan Israel. Kita melihat ada kesalahan fatal dalam seruan untuk menolak perjanjian ini dan kami belum mendengar alternatif yang layak dari orang-orang yang menentang pelaksanaan dari kesepakatan," sambungnya.
Selain kelima mantan Dubes AS untuk Israel, dua pejabat lainnya yang turut menandatangani surat itu adalah mantan Dubes AS untuk NATO R. Nicholas Burns, dan mantan wakil negara untuk urusan keamanan internasional dan wakil kebijakan pertahanan Frank Wisner.
(esn)