Tegang dengan China, Filipina Buka Pangkalan Militer Perang Dingin

Jum'at, 17 Juli 2015 - 16:29 WIB
Tegang dengan China,...
Tegang dengan China, Filipina Buka Pangkalan Militer Perang Dingin
A A A
MANILA - Filipina membuka kembali pangkalan militer Teluk Subic yang digunakan Amerika Serikat (AS) saat Perang Dingin pecah. Pangkalan militer itu buka lagi setelah Filipina terlibat ketegangan dengan China terkait sengketa Laut China Selatan.

Padahal, pangkalan militer Teluk Subic telah ditutup selama 20 tahun terakhir. Pangkalan militer itu berada di Kota Olongapo, Manila utara.

Filipina berencana menempatkan pesawat-pesawat jet tempur baru dan dua kapal perang bekas di pangkalan militer itu awal tahun depan. Dengan dibukanya pangkalan militer itu, AS berpeluang ikut menempatkan kekuatan militernya di Filipina.

Di bawah “Perjanjian Kerjasama Peningkatan Pertahanan” yang baru-baru ini ditandatangani pihak Manila dan Washington, militer AS sekarang dapat menyebarkan aset militernya di pangkalan Filipina untuk waktu yang cukup lama. Perjanjian itu juga memungkinkan bagi AS untuk membangun barak militer dan fasilitas lain untuk keperluan logistik.

Pada tahun lalu, perjanjian seperti itu telah dibekukan kubu politik sayap kiris yang berkuasa di Filipina. Namun, pada tahun ini AS dan Filipina kembali membuat perjanjian kerjasama militer.

Pihak AS Pentagon mengatakan bahwa sudah ada pembicaraan informal tentang lokasi pangkalan militer Filipina yang digunakan dalam perjanjian pertahanan kedua negara.

Teluk Subic telah diubah menjadi zona ekonomi setelah Filipina mengakhiri perjanjian kerjasama militer dengan AS usai Perang Dingin, di mana pangkalan militer di Teluk Subic akhirnya ditutup pada tahun 1992.

“Kembali ke Teluk Subic, kali ini dipimpin oleh Angkatan Udara Filipina. Tampaknya akan menjadi respons atas kebijakan pertahanan,” kata Patrick Cronin, ahli di Centre for a New American Security di Washington, seperti dilansir Reuters, Jumat (17/7/2015).

Menurut ChannelNewsAsia,pangkalan Teluk Subic terletak di sisi barat Pulau Luzon, yang menghadap ke Laut China. Posisi pangkalan militer itu memungkinkan setiap aksi militer lebih cepat terhadap setiap agresi pihak “musuh”.
(mas)
Berita Terkait
Menlu Filipina kepada...
Menlu Filipina kepada China: Keluar dari Laut China Selatan!
Bersitegang dengan China,...
Bersitegang dengan China, Filipina Bangun Stasiun Pemantau di LCS
Duterte: Konflik dengan...
Duterte: Konflik dengan China Pasti Berujung Pertumpahan Darah
Menhan Filipina: Beijing...
Menhan Filipina: Beijing Ingin Caplok Lebih Banyak Wilayah di Laut China Selatan
Filipina: Dunia Dukung...
Filipina: Dunia Dukung Kami, China Sendirian
Sengketa Laut China...
Sengketa Laut China Selatan, Duterte kepada China: Taati Hukum!
Berita Terkini
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
10 menit yang lalu
Hacker Pro-Palestina...
Hacker Pro-Palestina Janji Lancarkan Serangan Siber Paling Dahsyat ke Israel
1 jam yang lalu
Tak Ingin Kerusakan...
Tak Ingin Kerusakan Akibat Serangan Iran Diketahui Dunia, Israel Berlakukan Sensor Militer
1 jam yang lalu
Eropa Memanas! Jet tempur...
Eropa Memanas! Jet tempur Prancis Tembak Jatuh Drone Rusia di Latvia
3 jam yang lalu
Gempa Guncang Filipina,...
Gempa Guncang Filipina, 15 Orang Tewas
4 jam yang lalu
Hubungan China dan Korut...
Hubungan China dan Korut Masuki Tahap Awal yang Baru
4 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved