Tragedi 9/11 Buat Rakyat AS Penasaran dengan Islam
Kamis, 09 Juli 2015 - 17:21 WIB
Tragedi 9/11 Buat Rakyat AS Penasaran dengan Islam
A
A
A
JAKARTA - Tragedi serangan 11 September 2001 atau 9/11 di Amerika Serikat (AS) justru membuat rakyat AS penasaran dengan Islam. Fenomena itu disampaikan Ahmad Fuadi, penulis buku "Negeri 5 Menara" yang pernah tinggal di AS saat tragedi itu terjadi.
Ahmad Fuadi mengatakan banyak warga AS penasaran karena marak pemberitaan bahwa pembajakan pesawat yang dihantamkan ke menara kembar WTC itu dilakukan militan Islam al-Qaeda.
"Pasca-insiden 9/11 keingintahuan terhadap Islam lebih tinggi di AS,” kata Ahmad Fuadi, saat berbicara mengenai kehidupan Muslim di AS di Pusat Kebudayaan AS, di Jakarta, Kamis (9/7/2015).
"Buku-buku bernuansa Islam mendadak laris manis usai insiden tersebut," lanjut mantan wartawan Tempoitu.
Ahmad Fuadi tinggal di AS pada tahun 1999-2002. Dia tinggal di AS selama kuliah di Universitas George Washington. Lokasi kampus itu hanya berjarak beberapa ratus meter dari kantor Presiden AS, Gedung Putih.
Menurutnya, tragedi 9/11 tidak membuat dirinya mengalami diskriminasi di AS. Kendati demikian, dia tidak memungkiri jika diskriminasi terhadap warga minoritas masih terjadi di AS.
"Diskriminiasi mungkin saja terjadi, tapi tidak mayoritas. Pengalaman saya secara pribadi tidak pernah,” katanya.
Ahmad Fuadi mengatakan banyak warga AS penasaran karena marak pemberitaan bahwa pembajakan pesawat yang dihantamkan ke menara kembar WTC itu dilakukan militan Islam al-Qaeda.
"Pasca-insiden 9/11 keingintahuan terhadap Islam lebih tinggi di AS,” kata Ahmad Fuadi, saat berbicara mengenai kehidupan Muslim di AS di Pusat Kebudayaan AS, di Jakarta, Kamis (9/7/2015).
"Buku-buku bernuansa Islam mendadak laris manis usai insiden tersebut," lanjut mantan wartawan Tempoitu.
Ahmad Fuadi tinggal di AS pada tahun 1999-2002. Dia tinggal di AS selama kuliah di Universitas George Washington. Lokasi kampus itu hanya berjarak beberapa ratus meter dari kantor Presiden AS, Gedung Putih.
Menurutnya, tragedi 9/11 tidak membuat dirinya mengalami diskriminasi di AS. Kendati demikian, dia tidak memungkiri jika diskriminasi terhadap warga minoritas masih terjadi di AS.
"Diskriminiasi mungkin saja terjadi, tapi tidak mayoritas. Pengalaman saya secara pribadi tidak pernah,” katanya.
(mas)