Pemuda Korut Serukan Perang Terhadap AS
Rabu, 24 Juni 2015 - 22:24 WIB
Pemuda Korut Serukan Perang Terhadap AS
A
A
A
PYONGYANG - Ratusan pemuda, pelajar, dan kaum perempuan Korea Utara (Korut) menyerukan aksi balas dendam dan perang terhadap Amerika Serikat (AS). Seruan itu muncul dalam upacara menjelang peringatan hari perlawanan atas imperialisme AS pada 25 Juni besok.
Upacara itu berlangsung di Compound of the National of House of Class Education. Di upacara itu mereka mengenang imperialisme AS yang memicu perang di Korut pada 65 tahun lalu. Perang tersebut merupakan bencana dan kehancuran bagi warga Korut.
Dalam upacara itu, seperti dilansir KCNA Watch pada Rabu (24/6/2015), mereka menegaskan, apabila AS kembali melancarkan perang melawan Korut, maka mereka akan meledakkan benteng pertahanan AS dan memenangkan pertempuran.
Para pemuda dan seluruh peserta upacara itu juga turut mengenang periode ketika tentara Korut menarik pasukannya untuk, sementara AS membunuh sekitar 35 ribu prajurit dan penduduk di wilayah Sinchon. Pasukan AS melenyapkan hampir seperempat populasi penduduk di wilayah tersebut dalam waktu kurang dari dua bulan.
Para peserta upacara, dimana di dalamnya juga terdapat orang-orang yang menjadi saksi kekejaman AS pada Perang Pembebasan Tanah Air (Fatherland Liberation War) menganggap, bayangan mengenai AS yang menyebabkan kematian diperlukan supaya mereka dapat menghukum tanpa ampun para musuh.
Upacara itu berlangsung di Compound of the National of House of Class Education. Di upacara itu mereka mengenang imperialisme AS yang memicu perang di Korut pada 65 tahun lalu. Perang tersebut merupakan bencana dan kehancuran bagi warga Korut.
Dalam upacara itu, seperti dilansir KCNA Watch pada Rabu (24/6/2015), mereka menegaskan, apabila AS kembali melancarkan perang melawan Korut, maka mereka akan meledakkan benteng pertahanan AS dan memenangkan pertempuran.
Para pemuda dan seluruh peserta upacara itu juga turut mengenang periode ketika tentara Korut menarik pasukannya untuk, sementara AS membunuh sekitar 35 ribu prajurit dan penduduk di wilayah Sinchon. Pasukan AS melenyapkan hampir seperempat populasi penduduk di wilayah tersebut dalam waktu kurang dari dua bulan.
Para peserta upacara, dimana di dalamnya juga terdapat orang-orang yang menjadi saksi kekejaman AS pada Perang Pembebasan Tanah Air (Fatherland Liberation War) menganggap, bayangan mengenai AS yang menyebabkan kematian diperlukan supaya mereka dapat menghukum tanpa ampun para musuh.
(esn)