Pembelot Peringatkan Wanita Eropa Ngeri Jika Gabung ISIS

Rabu, 24 Juni 2015 - 11:21 WIB
Pembelot Peringatkan...
Pembelot Peringatkan Wanita Eropa Ngeri Jika Gabung ISIS
A A A
ANKARA - Seorang wanita Suriah yang membelot dari kelompok ISIS memperingatkan kepada para wanita Eropa untuk tidak pergi ke Suriah dan bergabung dengan ISIS. Sebab, jika nekat bergabung maka akan mengalami hari-hari yang mengerikan.

Pembelot kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) itu melakukan wancara dengan media Jerman, Bild. Dia menggunakan samaran Um Asma karena takut mengalami pembalasan dari ISIS jika identitasnya diketahui. Sebelum membelot, dia adalah perekrut para wanita Eropa untuk bergabung dengan ISIS.

Menurutnya, ISIS telah memperlakukan para wanita di Suriah secara biadab.“’Khilafah’ (ISIS) bukan seperti apa yang Anda pikirkan,” kata pembelot berusia 23 tahun itu.

”Perempuan dicambuk, dijual dan dilempari batu. Mayat mereka yang dipajang secara terbuka selama berminggu-minggu,” lanjut dia, yang dilansir semalam.

Dia juga berbicara tentang hidupnya yang normal sebelum ISIS muncul dan berulah di wilayah Suriah.”Saya mengenakan pakaian normal, punya teman Kristen, mendengarkan musik dan pergi menari,” ujarnya.

Tapi setelah kelompok radikal itu mengibarkan bendera hitam di atas kota asalnya, di Raqqa, ia terpaksa bergabung dengan sayap militan perempuan ISIS yang bernama Brigade al-Khansa. Dia mengaku terpaksa bergabung demi bertahan hidup.

Selama bergabung dengan ISIS, dia berperan untuk membantu para wanita asal Jerman, Prancis dan Inggris untuk melakukan perjalanan ke Suriah dengan melintasi perbatasan Turki. Setelah tiba di Suriah, para wanita itu menerima pelatihan empat minggu untuk menggunakan senjata api dan juga mempelajari Alquran.

Pengakuan wanita yang merasa ngeri setelah bergabung dengan ISIS bukan pertama kali ini muncul. Sebelumnya, wanita asal Inggris Tareena Shakil, 25, yang bergabung dengan ISIS Oktober tahun lalu memilih melarikan diri dengan menerobos perbatasan Turki yang penuh kawat berduri.

Dia ditemukan seorang penembak jitu Turki. Dia berteriak dalam bahasa Arab; ”Saya putus asa.” Keluarganya bersyukur Tareena bisa lolos dari ISIS.”Ini sebuah keajaiban bahwa ia lolos. Tareena menyadari ketika ia sampai ke Suriah ia telah menjadi korban dari propaganda palsu ISIS,” bunyi pernyataan keluarga Tareena.

”Dia berharap untuk melarikan diri ke gaya hidup yang ideal. Sebaliknya, di sana ia menemukan kehidupan di neraka,” lanjut pernyataan keluarga Tareena.
(mas)
Berita Terkait
Pasca Bom Bunuh Diri...
Pasca Bom Bunuh Diri ISIS-K, Pasukan Taliban Blokade Jalan di Kawasan Bandara Kabul
ISIS Serbu Penjara Kurdi...
ISIS Serbu Penjara Kurdi Suriah, 25 Tewas
ISIS Tingkatkan Pertempuran...
ISIS Tingkatkan Pertempuran di Sinai, Rumah Warga Jadi Jebakan Bom
Simpatisan ISIS Serang...
Simpatisan ISIS Serang Desa di Nigeria, 59 Tewas
Serbu Penjara di Afghanistan,...
Serbu Penjara di Afghanistan, Anggota ISIS Bebaskan Ratusan Tahanan
ISIS Klaim Serangan...
ISIS Klaim Serangan Mortir di Kabul
Berita Terkini
Jika Dicairkan, Aset...
Jika Dicairkan, Aset Beku Iran Jadi Oksigen Segar untuk Kebangkitan Ekonomi Iran
10 menit yang lalu
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
58 menit yang lalu
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Israel, IDF Bombardir Lebanon
1 jam yang lalu
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
1 jam yang lalu
Ini Gaun Emas Termahal...
Ini Gaun Emas Termahal di Dunia! Beratnya 10 Kg, Harganya Rp24 Miliar
2 jam yang lalu
4 Fakta Tempat Tinggal...
4 Fakta Tempat Tinggal Elon Musk, Rumah Sewa dan Ukurannya Mungil
4 jam yang lalu
Infografis
Jika Diinvasi Barat,...
Jika Diinvasi Barat, Rusia Pastikan Gunakan Senjata Nuklir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved