Imbas Penembakan Gereja AS, Bendera Konfederasi Didesak Dihapus

Selasa, 23 Juni 2015 - 11:04 WIB
Imbas Penembakan Gereja...
Imbas Penembakan Gereja AS, Bendera Konfederasi Didesak Dihapus
A A A
SOUTH CAROLINA - Gubernur South Carolina, Nikki Haley, mendesak agar bendera Konfederasi dihapus dari gedung parlemen. Desakan itu sebagai luapan kemarahan atas serangan rasisme berupa penembakan massal di gereja komunitas kulit hitam di Charleston oleh pemuda kulit putih.

Keberadaan bendera Konfederasi selama ini kontoversial. Bendera itu sudah lama jadi simbol rasisme di wilayah selatan AS. Bendera itu juga dianggap simbol dari perang sipil di masa lalu. Terangka penembakan masala di gereja Charleston, Dylann Roof, juga kerap membawa bendera Konfederasi itu.

Roof telah didakwa atas tuduhan sembilan pembunuhan pada 17 Juni 2015. Salah satu korban pembantaian Roof adalah Pendeta Clementa Pinckney, seorang senator AS. (Baca juga: Obama: Amerika Belum Sembuh dari Rasisme)

”Hari ini kita berada di sini pada momen persatuan di negara kita, tanpa niat buruk, sudah waktunya untuk mengatakan saatnya bergerak hapus bendera (Konfederasi) dari gedung parlemen,” kata Haley dalam konferensi pers, seperti dikutip Reuters, Selasa (23/6/2015).

”Setelah 105 tahun berakhirnya perang saudara, waktunya telah tiba,” katanya. Menurutnya, bendera Konfederasi telah menyebabkan banyak kengerian.

Wali Kota Charleston, Joseph Riley, juga ikut menyerukan penghapusan bandera Konfederasi. "Waktunya telah tiba untuk (menghapus) bendera perang Konfederasi yang dipajang di depan gedung parlemen negara bagian, di tempat sejarah,museum negara, dan museum Konfederasi,” kata Riley. "Bendera perang Konfederasi telah disesuaikan sebagai simbol kebencian.”

Sebelumnya, Presiden Barack Obama secara keras meluapkan kekesalannya, bahwa penyakit rasisme di AS belum sembuh. Obama sendiri mengaku pernah menjadi korban rasisme, di mana dia terlahir dari ibu kulit putih dan ayah kulit hitam.
(mas)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Mojtaba Khamenei Murka!...
Mojtaba Khamenei Murka! Kuwait dan Bahrain Dihujani Drone dan Rudal Iran
12 menit yang lalu
Putin: Serangan Rudal...
Putin: Serangan Rudal Hipersonik Oreshnik Rusia terhadap Ukraina Hanya Tes, Belum Skala Penuh
1 jam yang lalu
Ini Daftar Negara yang...
Ini Daftar Negara yang Hukum Mati dan Rampas Aset Koruptor, Bagaimana dengan Indonesia?
1 jam yang lalu
Ironi Kekayaan Raja...
Ironi Kekayaan Raja Thailand Vajiralongkorn Rp778 Triliun: Hampir 3 Kali Anggaran MBG, tapi Pewarisnya Tak Jelas
2 jam yang lalu
Iran Merudal Kuwait...
Iran Merudal Kuwait dan Bahrain, Balas Pengeboman AS di Pulau Qeshm
4 jam yang lalu
Iran Tolak Gagasan Donald...
Iran Tolak Gagasan Donald Trump Bertemu Mojtaba Khamenei
4 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved