Abaikan AS, China Ingin Tuntaskan Reklamasi Laut China Selatan

Selasa, 16 Juni 2015 - 10:49 WIB
Abaikan AS, China Ingin...
Abaikan AS, China Ingin Tuntaskan Reklamasi Laut China Selatan
A A A
BEIJING - Pemerintah China menyatakan akan menuntaskan reklamasi lahan di Kepulauan Spratly, di Laut China Selatan. China mengabaikan tekanan Amerika Serikat (AS) yang ingin agar China berhenti melakukan reklamasi di kawasan sengketa itu.

Kenekatan China itu kemungkinan akan memicu reaksi keras dari AS dan Filipina. Seperti diketahui, Filipina bersengketa langsung dengan China atas pulau itu. (Baca juga: "AS dan China Sudah Berada di Jalur Perang")

Pentagon meyakini, reklamasi yang dilakukan China tersebut akan berlanjut dengan mendeklarasikan zona eksklusi di laut yang bisa membatasi pergerakan bebas kapal dan pesawat asing. AS bersikeras kawasan Laut China Selatan adalah kawasan internasional.

”China akan menyelesaikan proyek reklamasi segera sebagai bagian dari konstruksinya di Laut China Selatan di bagian Pulau Nansha,” kata Kementerian Luar Negeri China dalam sebuah pernyataan yang menyebut Spratly dengan nama Nansha.

Kementerian itu menegaskan kembali sikap China bahwa konstruksi di wilayah Laut China Selatan untuk membantu kegiatan maritim seperti operasi pencarian dan penyelamatan (SAR), bantuan bencana, perlindungan lingkungan,keamanan navigasi, serta untuk tujuan militer.

“Setelah reklamasi itu tuntas, China akan membangun fasilitas yang dapat memenuhi fungsi yang relevan,” lanjut kementerian itu, seperti dikutip Reuters, Selasa (16/6/2015).

China telah mengklaim sebagian besar kawasan Laut China Selatan, di mana wilayah itu mampu menghasilkan hingga US$ 5 triliun dari lalu lintas kapal perdagangan setiap tahunnya. Wilayah sengketa yang juga diperebutkan oleh Filipina, Vietnam, Malaysia, Taiwan dan Brunei itu juga memiliki kekayaan alam berupa gas yang melimpah.

Kementerian Laur Negeri China menegaskan reklamasi dan konstruksi itu sah karena di wilayah kedaulatan China. ”Ini adil, wajar dan sah. Ini tidak mempengaruhi, dan tidak ditargetkan terhadap, negara manapun, dan tidak akan mempengaruhi kebebasan negara navigasi dan overflight di Laut China Selatan,” imbuh pernyataan kementerian itu.
(mas)
Berita Terkait
Kapal Induk AS Gelar...
Kapal Induk AS Gelar Latihan di Laut China Selatan
Dekati Kepulauan Paracel,...
Dekati Kepulauan Paracel, China Kirim Peringatan ke Kapal Berpeluru Kendali AS
Kirim Kapal Perang Berpeluru...
Kirim Kapal Perang Berpeluru Kendali, AS Tantang Klaim China di LCS
AS Sangkal Kapal Perangnya...
AS Sangkal Kapal Perangnya Diusir China di Laut China Selatan
AS: Undang-undang Maritim...
AS: Undang-undang Maritim Baru China Langgar Perjanjian Internasional
Pesawat Bomber AS dan...
Pesawat Bomber AS dan Kapal Induk China 'Pemanasan' di Laut China Selatan
Berita Terkini
Iran Dituding Retas...
Iran Dituding Retas Jaringan Seluler Timur Tengah untuk Lacak Personel AS
2 jam yang lalu
Iran Ejek AS Ngotot...
Iran Ejek AS Ngotot Terapkan Tarif di Selat Hormuz: Biaya 20% Trump Terlalu Mahal
3 jam yang lalu
AS Lancarkan Lebih Banyak...
AS Lancarkan Lebih Banyak Serangan ke Iran, Trump Kembali Blokade Selat Hormuz
4 jam yang lalu
Seiring Perang, Ekspor...
Seiring Perang, Ekspor Minyak Iran Tembus 80 Juta Barel dalam Waktu Kurang dari Sebulan
5 jam yang lalu
Eks Presiden Iran Ahmadinejad...
Eks Presiden Iran Ahmadinejad Sangkal Laporan Agen Mossad Ingin Merekrutnya
6 jam yang lalu
Pertahanan Udara Arab...
Pertahanan Udara Arab Saudi Cegat Rudal Balistik Houthi
7 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved