Rugikan RI, Australia 4 Tahun Suap Penyelundup Manusia

Selasa, 16 Juni 2015 - 09:24 WIB
Rugikan RI, Australia...
Rugikan RI, Australia 4 Tahun Suap Penyelundup Manusia
A A A
CANBERRA - Praktik suap untuk para penyelundup manusia agar membawa para pencari suaka ke wilayah Indonesia sudah dilakukan Australia dalam empat tahun terakhir. Praktik yang merugikan Indonesia itu sudah berlangsung sejak era pemerintahan Partai Buruh.

Media Australia mengutip sejumlah sumber menyatakan bahwa pembayaran atau suap oleh pihak Australia telah menjadi bagian dari taktik pemerintah negara itu secara berturut-turut. (Baca: Suap Penyelundup, Babak Baru 'Panas'-nya Hubungan RI-Australia)

Praktik suap pada para penyelundup manusia itu jadi polemik yang memanas hubungan Indonesia dan Austrlia setelah pada pekan lalu muncul laporan bahwa para pejabat Australia menyuap enam kru kapal penyelundup manusia masing-masing sebesar US$5 ribu. Mereka disuap agar membawa para 65 pencari suaka atau “manusia perahu” asal Bangladesh, Myanmar dan Sri Lanka ke wilayah Indonesia.

Salah satu mantan menteri imigrasi dari Partai Buruh mengakui praktik itu. Fairfax Media pada Selasa (16/6/2015), melaporkan para pejabat badan intelijen ikut melakukan praktik suap terhadap sindikat penyelundup manusia sejak 2010, yakni pada era pemerintahan Perdana Meneri Kevin Rudd.

Suap itu salah satunya untuk memperoleh informasi tentang operasi sindikat penyelundup manusi serta untuk mencegah mereka meluncurkan kapal pembawa “manusia perahu” ke wilayah Australia.

Juru bicara pihak imigrasi dari Partai Buruh, Richard Marles, menyebut kebocoran informasi itu telah melanggar aturan. ”Ini melanggar hukum bagi pemerintah atau oposisi karena membocorkan informasi keamanan atau informasi,” katanya.

Dia mengaku bingung dengan sikap Menteri Luar Negeri Australia, Julie Bishop dan Menteri Imigrasi Peter Dutton yang menolak laporan praktik suap yang dilakukan pejabat Australia. Penolakan dua pejabat tinggi Australia itu mengikuti sikap Perdana Menteri Tony Abbott yang menolak merespons tuntutan Indonesia untuk menjelaskan praktik suap itu.

”Minggu lalu tuduhan muncul bahwa para penyelundup dibayar oleh para pejabat Australia. Hal ini dengan tegas ditolak oleh Menteri Imigrasi dan Menteri Luar Negeri,” katanya. ”Penolakan ini telah berselisih dengan komentar dari Perdana Menteri (Tony Abbott),” katanya lagi.

”Kekacauan ini berisiko menciptakan faktor baru yang berbahaya,” imbuh dia. Marles melanjutkan, bahwa pihak pemerintah era Partai Buruh tidak akan membayar para penyelundup manusia.

Kemarin, Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi, kaget dengan jawaban Menlu Bishop yang seolah mengalihkan isu. Menlu Retno semula hanya minta konfirmasi Australia soal laporan suap pada para penyelundup manusia. Tapi, Bishop justru mengalihkan isu dengan menyalahkan Indonesia yang dia anggap tidak bisa menjaga wilayah perbatasan dari para sindikat penyelundup manusia. (Baca: Menlu RI: Australia Harusnya Tak Mengalihkan Isu)

Wakil Presiden Indonesia, Jusuf Kalla, juga minta laporan suap itu dikonfirmasi untuk mengetahui fakta yang sebenarnya. Menurut Kalla, jika laporan suap itu benar, maka Australia sudah bersikap tidak baik untuk menjaga hubungan antar-negara. (Baca juga: Suap Australia ke Penyelundup Manusia, Wapres JK: Cari Faktanya)
(mas)
Berita Terkait
Kunjungan Danielle Wood...
Kunjungan Danielle Wood Perkuat Kerja Sama Ekonomi Indonesia–Australia
Cendekiawan Muda RI...
Cendekiawan Muda RI di Australia Sumbang Ide Wujudkan Indonesia 4.0
Kerjasama dengan UNICEF,...
Kerjasama dengan UNICEF, Australia Bantu Penanganan Covid-19 Indonesia
KJRI Melbourne Benarkan...
KJRI Melbourne Benarkan Ada WNI yang Ditangkap Karena Ngutil Tas Mewah
Wasit Yordania Adham...
Wasit Yordania Adham Makhadmeh Pimpin Laga Timnas Indonesia vs Australia
Peringkat Timnas Indonesia...
Peringkat Timnas Indonesia Terpaut Jauh dari Australia, Shin Tae-yong: Kami Tidak Gentar
Berita Terkini
Trump Mendadak Batal...
Trump Mendadak Batal Bombardir Iran Besar-besaran, Israel Terkejut
4 menit yang lalu
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
9 jam yang lalu
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
10 jam yang lalu
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
11 jam yang lalu
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
12 jam yang lalu
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
13 jam yang lalu
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved