Abbott Tak Sudi Merespons RI soal Suap Penyelundup Manusia

Senin, 15 Juni 2015 - 09:15 WIB
Abbott Tak Sudi Merespons...
Abbott Tak Sudi Merespons RI soal Suap Penyelundup Manusia
A A A
CANBERRA - Perdana Menteri (PM) Australia, Tony Abbott, telah menolak tuntutan Indonesia agar menjelaskan laporan yang menyebut pejabat Australia menyuap para penyelundup manusia agar membawa para pencari suaka ke wilayah Indonesia.

Tuntutan dari Indonesia agar Australia menjelaskan laporan suap itu telah disampaikan Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi, yang telah berbicara langsung kepada Duta Besar Australia untuk Indonesia, Paul Grigson. (Baca: Australia Suap Penyelundup Manusia, RI Tuntut Penjelasan)

Abbott menolak untuk mengkonfirmasi atau menyangkal laporan suap itu. ”Ada satu hal yang ingin saya katakan di sini dan itu adalah bahwa kita telah menghentikan perahu (pencari suaka),” kata Abbott.

”Itu bagus untuk Australia, itu baik untuk Indonesia dan itu sangat baik untuk semua orang yang ingin melihat dunia yang lebih baik,” katanya lagi, seperti dilansir ABC.net.au, Senin (15/6/2015).

Menteri Imigrasi Australia, Peter Dutton pada hari Minggu juga menolak untuk mengomentari klaim suap pejabat Australia pada para penyelundup manusia. ”Pemerintah akan selalu melakukan hal yang benar untuk orang-orang Australia,” katanya.

”Kami akan bertindak dalam hukum, kami akan bertindak dalam kewajiban internasional kami, tapi dari hari pertama kami belum mengomentari operasi tertentu. Kami memberikan rincian pada waktuoperasional yang tepat.”

Seperti diberitakan Sindonews.com sebelumnya, laporan suap itu muncul dari pengakuan kapten dan para awak kapal yang menjadi penyelundup 65 pencari suaka asal Bangladesh, Mynamar dan Sri Lanka. (Baca juga: Licik, Australia Bayar Penyelundup Manusia agar ke Indonesia)

Para penyelundup manusia yang telah ditangkap polisi Rote, Indonesia, itu mengaku disuap masing-masing US$5 ribu agar membawa para “manusia perahu” itu ke wilayah Indonesia.
(mas)
Berita Terkait
Kunjungan Danielle Wood...
Kunjungan Danielle Wood Perkuat Kerja Sama Ekonomi Indonesia–Australia
Cendekiawan Muda RI...
Cendekiawan Muda RI di Australia Sumbang Ide Wujudkan Indonesia 4.0
KJRI Melbourne Benarkan...
KJRI Melbourne Benarkan Ada WNI yang Ditangkap Karena Ngutil Tas Mewah
Kerjasama dengan UNICEF,...
Kerjasama dengan UNICEF, Australia Bantu Penanganan Covid-19 Indonesia
Wasit Yordania Adham...
Wasit Yordania Adham Makhadmeh Pimpin Laga Timnas Indonesia vs Australia
Peringkat Timnas Indonesia...
Peringkat Timnas Indonesia Terpaut Jauh dari Australia, Shin Tae-yong: Kami Tidak Gentar
Berita Terkini
Siapa Khalil al-Hayya?...
Siapa Khalil al-Hayya? Pemimpin Baru Hamas yang Dikenal sebagai Tangan Kanan Iran di Gaza
13 menit yang lalu
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
2 jam yang lalu
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
3 jam yang lalu
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
5 jam yang lalu
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
6 jam yang lalu
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
7 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved